Mengenal Fenomena Halo pada Matahari yang Baru Muncul di Indonesia

Annissa Wulan28 Sep 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 28 Sep 2020, 17:30 WIB
Ilustrasi halo matahari

Fimela.com, Jakarta Halo Matahari terlihat di beberapa daerah di Indonesia. Halo adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, terkadang pada sumber cahaya lain, seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, namun pada umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin, berada 5 sampai 10km atau 3 sampai 6 mil di atas lapisan troposfer. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es.

Cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma, sehingga sinar matahari menjadi terpecah ke dalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pelangi. Halo juga terkadang muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang diseut debu berlian.

Fenomena ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya matahari. Kemarin, Minggu (27/9/2020), fenomena Halo Matahari terlihat di Malang dan beberapa wilayah lainnya di Jawa Timur.

Fenomena halo matahari yang muncul di Indonesia

Ilustrasi halo matahari
Ilustrasi halo matahari. Sumber foto: unsplash.com/RKTKN.

Daerah Malang, Sidoarjo, Surabaya, Jember, dan Banyuwangi dapat melihat fenomena Halo Matahari di sekitar pukul 10 pagi. Pernah melihat Halo, Sahabat FIMELA?

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓