BERANI BERUBAH: Pulang ke Indonesia, Cerita Kikin Temukan Peluang Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi Covid-19

Anisha Saktian Putri28 Sep 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2020, 17:09 WIB
spaghetti brulee lumerro unoo/dok. Kikin

Fimela.com, Jakarta Kejadian tak terduga terjadi di awal tahun 2020 membuat banyak kehidupan berubah. Pandemi virus corona ini membuat hidup lebih sulit, mulai dari pembatasan aktivitas dan berujung pada perekonomian yang menurun.

Namun, situasi ini bukan alasan untuk tetap terpuruk. Kita harus berani berubah untuk bertahan di kehidupan baru. Seperti Kikin, yang justru mendapatkan peluang bisnis kuliner di saat Covid-19.

Kikin bercerita, bisnisnya di mulai saat pandemi Covid-19 yang sebelumnya tak pernah terpikir untuk membuat bisnis terutama di bidang kuliner. Kikin sendiri sebenarnya pernah bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia sebagai content moderation untuk social media dan digital marketing consultant, namun di bulan April 2020 ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan baru di Indonesia dan menikah.

Namun, manusia hanya bisa berencana dan hanya Tuhan yang bisa menentukan. Rencana yang dibangun Kikin pun belum terwujud dikarenakan pandemi ini.

“Saya keluar Indonesia dari 2016, kerja dan sempet kuliah S2 di Taiwan. Di April 2020, saya putusin pulang buat kerja di sini dan menikah. Tapi karena pandemi perusahan yang mau saya kerja itu pending,” ujarnya kepada Fimela.com.

Tak mau berdiam diri meratapi nasib, Kikin pun mulai mencoba bisnis kuliner yang awalnya tidak pernah terpikir olehnya.

“Sejujurnya saya tidak pernah nganggur, tapi karena pandemi jadi hampir enam bulan saya tidak kerja, jadi dari pada tidak ngapa-ngapain saya akhirnya berpikir untuk bisnis kuliner,” tambahnya.

Sebelumnya Kikin juga pernah bisnis kecil-kecilan, sepert berjualan pernak-pernik, DVD, hingga Jasa titip ketika ia pulang ke Indonesia. "Bisnis kecil-kecilan pernah, kaya jasa titip kalo saya pulang. Nah baru kali ini seriusin bisnis yaitu bisnis kuliner. Saya juga ambil kuliah bisnis, terorinya tahu tinggal prakteknya saja," tuturnya. 

lumerro unoo/dok. Kikin
lumerro unoo/dok. Kikin

Bisnis sesuai hobi

Roti goreng lumerro unoo/dok. Kikin
Roti goreng lumerro unoo/dok. Kikin

Kikin mengatakan jika bisnis kuliner yang ia pilih merupakan hobinya sejak Sekolah Menengah Atas (SMA). 

“Saya hobi masak dari zaman SMA, tapi kepikiran bikin bisnis saat pandemi ini. Pas kuliah sudah bikin kue lebaran sendiri. Jadi dari situ aku pilih bisnis kuliner, karena kalau bisnis sesuai dengan yang kita suka akan maksimal hasilnya,” ujar Kikin.

Bisnisnya ini ia kerjakan seluruhnya sendiri, mulai dari produksi, distibusi, hingga promosi. Dari kegigihannya, terciptalah bisnis kuliner yang ia beri nama Lumerro unoo yang menjual pasta dan roti goreng cokelat.

“Lumerro unoo, filosofinya masak masakan seperti pasta. Saya merantau dari 2016 anti makan instan jadi saat merantau selalu masak pasta. Lumer sesuatu makanan yang dimakan sampe tumpah-tumpah isiannya,” tuturnya. 

Untuk saat ini, makanannya bisa dilihat dan dibeli melalui Instagram @lumerro unoo. Dengan harga berkisar Rp35.000 untuk spaghetti brulee, Rp30.000 untuk macaroni schotel dan roti coklat goreng  Rp25.000/8pcs.

“Strategi pemasarannya sekarang masih pake digital marketing. Tapi belum coba untuk iklan di media sosial. Sekarang lagi nyari sistemnya yang enak seperti apa. Ke depannya bisa pajak influencer food vlogger. Kalau memang prospek ini bagus pasti akan nambah orang dan memang sudah kepikiran buat nerusin bisnis ini terus,” tutup Kikin. 

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓