5 Gejala Keracunan Makanan Kedaluwarsa yang Jarang Disadari

Imelda Rahma29 Sep 2020, 09:45 WIB
Diperbarui 29 Sep 2020, 09:51 WIB
Gejala makanan kadaluarsa

Fimela.com, Jakarta Kerap kali karena rasa lapar yang tidak tertahankan, kita akhirnya langsung mengonsumsi makanan tanpa memerhatikan kelayakan makanan. Maksud dari kelayakan makanan dalam hal ini adalah masa kedaluwarsa dari makanan tersebut. Hal ini karena makanan yang sudah kedaluwarsa pun masih terlihat seperti layak konsumsi tanpa memberikan ciri yang signifikan seperti dari perubahan rasa, tekstur, ataupun warna.

Makanan kedaluwarsa tentu bukanlah makanan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi. Apabila terlanjur atau secara tidak sengaja dikonsumsi, maka bisa menyebabkan keracunan makanan. Hal ini karena makanan kedaluwarsa sudah kehilangan nutrisi, rasa, atau terpapar mikroorganisme berbahaya. Makanan kedaluwarsa lebih rentan berjamur dan terkontaminasi mikroorganisme lainnya.

Keracunan karena mengonsumsi makanan kedaluwarsa dapat diidentifikasi melalui gejala-gejalanya. Dengan mengenali gejalanya, kamu bisa jadi lebih waspada dan tahu cara penanganan yang tepat untuk mengobatinya. Oleh karena itu, informasi mengenai gejala keracunan makanan kedaluwarsa menjadi penting.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 5 gejala keracunan makanan kedaluwarsa yang jarang disadari. Dilansir dari Liputan6.com, simak informasi selengkapnya berikut ini.

Mengalami Sakit Perut hingga Diare

Mengalami Sakit Perut hingga Diare
Ilustrasi Sakit Perut Credit: shutterstock.com

Gejala keracunan makanan kedaluwarsa yang pertama ialah mengalami sakit perut hingga diare. Sakit perut yang dirasakan biasanya disertai kram. Hal ini karena organisme berbahaya dari makanan kedaluwarsa dapat menghasilkan racun yang mengiritasi lapisan lambung dan usus. Gejala keracunan makanan juga bisa meliputi kram dan kembung. Kram dan kembung pada perut akibat keracunan akan datang sebelum diare.

Setelah mengalami sakit perut disertai kram, gejala selanjutnya ialah diare. Diare bisa terjadi karena peradangan membuat usus kurang efektif menyerap kembali air dan cairan lain yang dikeluarkannya selama pencernaan. Karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada biasanya, tubuh berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu, penting untuk tetap minum cairan agar tetap terhidrasi.

Merasakan Kelelahan hingga Sakit Kepala

Merasakan Kelelahan hingga Sakit Kepala
Ilustrasi Sakit Kepala Credit: unsplash.com/Mehr

Gejala keracunan makanan kedaluwarsa yang kedua ialah merasa kelelahan sampai sakit kepala. Jelas saja hal ini sangat mungkin terjadi karena adanya dehidrasi akibat diare yang berlangsung. Dehidrasi dapat secara langsung memengaruhi otak. Kondisi ini bisa menyebabkan otak kehilangan cairan dan menyusut sementara.

Kemudian, rasa lemah dan kelelahan adalah gejala keracunan makanan kedaluwarsa lainnya. Gejala-gejala ini terjadi karena pelepasan kurir kimia yang disebut sitokin. Lelah juga bisa diakibatkan oleh dehidrasi karena diare. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kamu siasati dengan makanan yang banyak mengandung zat besi.

Mengalami Mual dan Muntah

Mengalami Mual dan Muntah
Ilustrasi Mual dan Muntah Credit: shutterstock.com

Selanjutnya, gejala keracunan makanan kedaluwarsa yang ketiga ialah mengalami mual dan muntah-muntah. Orang yang keracunan karena makanan kedaluwarsa biasanya akan mual-mual sebagai bentuk atau sinyal peringatan untuk memberi tahu tubuh bahwa ia telah menelan sesuatu yang berpotensi membahayakan.

Muntah juga merupakan gejala paling umum dalam keracunan makanan kedaluwarsa. Ini terjadi ketika otot-otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat, memaksa untuk secara tidak sadar mengeluarkan isi perut. Reaksi ini merupakan mekanisme perlindungan yang terjadi ketika tubuh mencoba menyingkirkan organisme atau racun berbahaya. Muntah yang berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi.

Terkena Demam Sampai Menggigil

Terkena Demam Sampai Menggigil
Ilustrasi Demam Sampai Mengigil Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Gejala keracunan makanan kedaluwarsa yang keempat ialah mengalami demam sampai mengigil. Perlu kamu tahu bahwa demam merupakan pertahanan alami tubuh dalam melawan infeksi. Zat penghasil demam yang disebut pirogen memicu kenaikan suhu. Zat ini dilepaskan baik oleh sistem kekebalan tubuh. Peningkatan suhu ini meningkatkan aktivitas sel darah putih yang membantu melawan infeksi.

Sedangkan menggigil terjadi untuk menaikkan suhu tubuh. Menggigil adalah hasil dari otot-otot yang berkontraksi dan rileks dengan cepat dan menghasilkan panas. Menggigil sering menyertai demam. Jika demam berlanjut selama lebih dari 48 jam segera hubungi dokter.

Nyeri Otot dan Meriang

Nyeri Otot dan Meriang
Ilustrasi Tubuh Meriang Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Terakhir, gejala keracunan makanan kadaluarsa yang kelima ialah nyeri otot dan meriang yang dirasakan oleh tubuh. Otot-otot bisa terasa sakit ketika mendapat infeksi seperti keracunan makanan. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh telah diaktifkan dan menyebabkan peradangan.

Selama proses ini, tubuh melepaskan histamin, bahan kimia yang membantu memperlebar pembuluh darah agar memungkinkan lebih banyak sel darah putih melawan infeksi. Histamin membantu meningkatkan aliran darah ke area tubuh yang terinfeksi. Bersama dengan zat lain yang terlibat dalam respons imun, seperti sitokin, histamin dapat mencapai bagian lain dari tubuh dan memicu reseptor rasa sakit.

Lanjutkan Membaca ↓