5 Cara Menghindari Emotional Eating Saat Stres

Anisha Saktian Putri29 Sep 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 29 Sep 2020, 17:30 WIB
stres keuangan

Fimela.com, Jakarta Banyak orang merasa stres akhir-akhir ini menghadapi proses adaptasi dalam menjalankan tatanan kehidupan baru selama pandemi, yang membuat kita menjadi stres.

Ternyata ketika stres membuat kita menjauhi kebiasaan makan yang sehat dan akhirnya berdampak kurang baik pada tubuh.

Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition, Susan Bowerman mengatakan respon alami tubuh terhadap stres membuat kita lebih “aktif” dan waspada. Tetapi ketika respon terhadap stres ini kita aktifkan secara terus menerus, hal tersebut dapat membebani kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk menangkal penyakit.

"Karena sistem kekebalan tubuh yang baik bergantung pada pola makan kaya nutrisi, maka menjamin terpenuhinya kecukupan nutrisi tubuh menjadi salah satu pertahanan terbaik melawan penyakit, terutama menghadapi masa-masa ketidakpastian seperti saat ini," ujar Susan.

Jika makanan yang sering dikonsumsi berkalori tinggi, hal tersebut dapat menstimulasi pelepasan zat kimia tertentu di otak yang membuat kita merasa lebih baik. Setidaknya itu terjadi untuk jangka pendek dan membuat kita ingin makan terus.

Perlu diingat makan berlebihan dapat menyebabkan pertambahan berat badan yang dapat berujung pada tekanan psikologis dan berakhir dengan makan lebih banyak. Beberapa hal di bawah cara kita menghindari emotional eating saat stres. 

1. Makan makanan seimbang

makan sehat
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/DOPTOON

Cobalah untuk memasukkan beberapa protein tanpa lemak, seperti unggas, telur, produk susu rendah lemak, daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan atau produk kedelai pada daftar menu makananmu. Protein memuaskan rasa lapar dan membantu tetap waspada secara mental. Lengkapi makanan dengan buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian.

2. Makan secara teratur dan jangan melewatkan waktu makan

Saat stres, mudah untuk menunda makan atau bahkan melewatkannya sama sekali, sebagai akibatnya, tingkat energi akan menurun, dan mungkin akan berhenti makan saat akhirnya memakan makanan ringan. Jika stres merupakan pembunuh nafsu makan, cobalah makan makanan dalam jumlah sedikit lebih sering sepanjang hari.

3. Coba hindari makan sebagai pereda stres

Jalan cepat atau secangkir teh herbal mungkin berhasil untuk mengurangi stres. Tapi, jika merasa perlu makan, makanan keras yang renyah membantu menghilangkan stres dengan melatih otot rahang yang kencang. Cobalah mengemil segenggam almond, kacang kedelai, atau wortel.

 

4. Kurangi kafein

gelisah-kezo
ilustrasi efek samping kopi/pexels

Orang sering merasa kurang energi saat stres dan beralih ke kafein untuk megembalikan mood, tetapi hal itu dapat mengganggu tidur malammu. Jika kafein membuat terjaga di malam hari, gantikan dengan minuman hangat lain yang dapat membantumu rileks.

5. Usahakan pisah waktu makan dengan waktu pekerjaan atau sumber stres lainnya

Jika makan di meja saat bekerja, atau makan malam dan memikirkan tanggung jawab lain. Maka coba luangkan waktu ekstra untuk memperlambat dan bersantai saat makan. Dengan begitu, akan cenderung makan lebih sedikit dan menikmati waktu makanmu.

 

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓