eRecycle Mudahkan Chelsea Islan Mendaur Ulang Sampah di Masa Pandemi Covid-19

Anisha Saktian Putri30 Sep 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 30 Sep 2020, 18:00 WIB
[Fimela] Chelsea Islan

Fimela.com, Jakarta Titik krisis iklim dunia telah mencapai ambang batas permasalahan, yaitu semakin meningkatnya isu lingkungan dan sosial. Apalagi di masa pandemi Covid-19, sampah plastik semakin banyak karena memanfaatkan belanja online agar tetap aman.

Aktris Chelsea Islan pun mengatakan jika sampah selama pendemik meningkat, seperti sampah organik dan plastik. "Sampah yang dihasilkan selama pandemik meningkat karena lebih sering belanja online," ujar Chelsea dalam acara "Garnier Green Beauty,".

Chelsea sendiri telah lama menerapkan gaya hidup mendaur ulang sampah hingga mengurangi menggunakan plastik. Pemain Ayat-Ayat Cinta 2 ini mencoba mengumpulkan sampah plastik dan diserahkan ke tempat pendaur ulang.

"Aku mencoba mengumpulkan sampah plastik setelah selesai digunakan. aku ngga buang kalo memang bisa dipakai lagi. jadi harus komitmen sama diri sendiri," paparnya.

Aplikasi Daur Ulang

[Fimela] Daur ulang
Ilustrasi daur ulang | unsplash.com/@gary_at_unsplash

Chelsea menyampaikan, jika saat ini aplikasi memudahkannya untuk mendaur ulang. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan kita untuk tetap tinggal di rumah.

"Saya dapat mengandalkan sistem pengelolaan sampah digital dari Garnier Green Beauty dan eRecycle yang dapat menyederhanakan upaya saya dalam pengelolaan sampah di rumah. Berkat Garnier, sekarang saya bisa mulai recycling sambil social distancing," tambahnya.

Aplikasi mendaur ulang pun dihadirkan oleh Garnier Indonesia telah bekerja sama dengan eRecycle untuk memulai kesadaran akan solusi daur ulang dan pengelolaan sampah secara offline dan online; yang sesuai dengan kebutuhan para remaja, di dalam kehidupan mereka yang sibuk sambil tetap menjaga jarak di masa pandemi ini.

Dicky Wiratama selaku Co-Founder dan Business Head of eRecycle mengatakan eRecycle adalah aplikasi seluler yang memungkinkan konsumen Garnier Indonesia untuk menyerahkan sampah plastik yang telah mereka pilah di rumah untuk ditimbang secara digital, akurat dan real-time agar nantinya dapat didaur ulang.

"Kami memiliki semangat yang sama dengan Garnier untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentignya daur ulang serta mendorong ekonomi sirkular dengan menyediakan pengelolaan plastik kemasan bekas pakai konsumen berbasis digital,” papar Dicky.

Untuk melakukan daur ulang kemasan Garnier, konsumen bisa langsung mengunduh aplikasi eRecycle pada smartphone.

"Merek kecantikan pertama yang menjadikan teknologi sebagai aplikasi," papar Manashi Guha Manager Consumer Product Division, L’Oréal Indonesia

Nantinya, konsumen dapat dengan mudah mengirimkan sampah bernilai ekonomis seperti botol dan gelas plastik ke bank sampah yang telah bekerja sama. Bahkan, dapat memilih jenis sampah dan mencari tahu sampah yang bernilai.

"Setelah menerima sampah kertas, botol kaca,plastik. Kami akan kirim ke pabrik daur ulang," tutur Dicky.

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓