Kisah Menyedihkan Dokter di Afrika Selatan Berjuang Melawan Corona

Karla Farhana30 Sep 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 30 Sep 2020, 20:30 WIB
[Fimela] Afrika Selatan

Fimela.com, Jakarta Zolelwa Sifumba, dokter di Afrika Selatan kini berjuang melawan Corona di tengah kondisi sistem kesehatan yang buruk di Afrika Selatan. Usai terjangkit TB dan berjuang untuk sembuh selama 18 bulan, Zolelwa justru dinyatakan positif Corona.  Sejak pandemi ini menyebar ke Afrika Selatan, perempuan yang menuliskan kisah perjuangan para dokter dalam menghadapi berbagai penyakit, termasuk pandemi Corona ini juga mengalami gangguan kecemasan. 

Pasalnya, Zolelwa dan dokter-dokter lainnya terpaksa harus berjuang melawan Corona dengan jumlah APD yang sangat sedikit. Mengaku sangat lelah, Zolelwa tidak hanya berperang melawan pandemi dan penyakit lain yang juga mewabah di negaranya, tetapi juga sistem kesehatan yang bobrok. 

Kepada Bussiness Live (koran lokal Afrika Selatan), Zolelwa yang bekerja sebagai dokter muda di KwaZulu-Natal memutuskan untuk menjadi dokter yang baik dengan memprioritaskan kesehatan mentalnya. Kini, dia mengambil cuti untuk sebulan. 

Zolelwa sudah menuliskan kisah perjuangannya melawan TB dalam situs Doctors Without Borders. Dia merupakan seorang ambassador The Global Fund to Fight AIDS, TB, dan Malaria. Kini, dia bekerja untuk mengawasi program bantuan terhadap para dokter yang tengah berjuang di tengah masa-masa sulit, termasuk perjuangan melawan Corona

Sistem di Afrika Selatan Tidak Peduli dengan Kesehatan dan Nyawa Para Dokter

[Fimela] Afrika Selatan
Ilustrasi Afrika Selatan | pexels.com/@pixabay

Kisah Zolelwa ini sudah terdengar oleh WHO. Organisasi tersebut juga sudah membuat laporan khusus mengenai perjuangan Zolelwa dan dokter-dokter lainnya di Afrika Selatan di tengah pandemi Corona. 

WHO juga melaporkan, masalah kekurangan APD di Afrika Selatan kini menjadi headlines dalam berita-berita dunia. Namun, Zolelwa menganggap hal ini bukan hal baru bagi para dokter di sana. Pasalnya, sistem di negara tersebut, terutama sistem kesehatannya sangat bobrok dan terkesan tidak peduli dengan kesehatan dan keselamatan para tenaga medis yang berjuang melawan Corona di garda terdepan. 

Afrika Selatan memiliki kasus Corona tertinggi dibandingkan dengan negara-negara di Afrika, dengan 663.000 kasus terkonfirmasi. Sementara, Corona bukan satu-satunya masalah kesehatan yang dinyatakan darurat. Kasus HIV/AIDS dan TB juga sangat tinggi di negara tersebut yang mampu merenggut 78.000 nyawa setiap tahunnya, menurut data WHO global TB report. 

#Changemaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓