BERANI BERUBAH: Pandemi jadi Peluang Resti Realisasi Usaha Pempek Autentik Palembang

Anisha Saktian Putri13 Okt 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 13 Okt 2020, 18:00 WIB
pempek tanpa ikan

ringkasan

  • Resti Delia Saputri yang memulai bisnis kulinernya setelah sang suami terkena PHK karena Covid-19
  • Resti menjual pempek sesuai dengan cita rasa khas Palembang dengan sistem PO
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Tidak terasa 2020 tersisa dua bulan lagi, tahun ini memang cukup membuat banyak orang berjuang menghadapi tatanan kehidupan baru. Berbagai sektor terkena imbas akibat pandemi Covid-19, perekonomian menurun, pemutusan kerja karyawan, hingga berbagai bisnis harus gulung tikar.

Namun, kondisi ini bukan berarti membuat kita terpuruk. Justru keadaan ini menjadi kesempatan berpikir lebih kreatif dan memulai bisnis. Seperti, Resti Delia Saputri yang memulai bisnis kulinernya setelah sang suami terkena PHK karena Covid-19. 

“Aku mulai bisnis ini pas corona, karena keadaan suami diputus kerja. Dari pada diam saja dengan keadaan akhirnya nyoba bisnis kuliner ini,” ujar Resti saat dihubungi Fimela.com.

Lama tinggal di Palembang, akhirnya ia memilih untuk menjual pempek yang ia pasarkan lewat Instagram @dapur.sindul. Sebelum menjualnya, pempek pun dibagikan ke keluarga dan tetangga agar mendapat feedback setelah mencicipi.

“Karena kondisi akhiranya aku mulai mikir jualan pempek karena aku lama tinggal di Palembang, mulai dari sarapan sampai makan malam pasti makan pempek. Jadi aku coba kasih tetangga dan keluarga untuk mencicipi pempek yang aku buat. Jadi aku juga tahu apa yang kurang,” tambahnya. 

Lewat sistem PO, pempek ibu satu anak ini pun dijual. Dan respons pembeli pun cukup baik dengan penghasilan yang lumayan baik pula.

“Awalnya tiap minggu aku open PO, tapi karena punya anak jadi paling dua minggu sekali saja sekarang,” ujarnya. 

Untuk resep pempek ini, setelah 4-5 kali PO baru mendapatkan rasa yang memang pas untuk pempek dengan cita rasa ikan tenggiri yang sangat terasa, serta cuka yang kental sama sepeti membeli di Palembang.

“Ikan tenggirinya berasa. Cukanya kental, kebanyakan orang suka cukanya. Cukanya sendiri memang aku buat langsung pake gula batok yang khusus untuk cuka, dan direndam semalaman jadi memang khas banget. Aku pasarin lewat Instagram atau Whatsap. Harganya sendiri Rp50 ribu isi 10, udah sama timun dan mie kuning,” paparnya.

Pempek @dapur.sindul/dok. Resti
Pempek @dapur.sindul/dok. Resti
Pempek @dapur.sindul/dok. Resti
Pempek @dapur.sindul/dok. Resti

Tak hanya Pempek

Risoles @dapur.sindul/dok. Resti
Risoles @dapur.sindul/dok. Resti

Setelah memasarkan pempek, Resti juga menjual risoles sosis mayo. Awalnya, sang tante yang menjual, namun karena kesibukan akhirnya Resti membuat sendiri risoles tersebut.

“Jadi semua makanan yang aku jual ini homemade. Begitu pun dengan risoles, yang awalnya tante aku buat tapi karena dia masih sibuk kerja jadi kalau ada pesanan ngga bisa ready. Dari situlah aku mulai membuat sendiri risolnya,” paparnya. 

Selain makanan, sang suami pun membuat kopi susu gula aren yang dijual Rp40 ribu per 500 ml. Ada juga susu kurma. 

Ke depannya, Resti mengatakan akan tetap melanjutkan bisnis kulinernya ini. Bahkan akan menambah menu baru seperti brownies. “Alhamdulilah suami udah kerja lagi, tapi aku akan tetap mengembangkan bisnis ini. Sebenernya covid 19 ini ada hikmahnya, kalau keadaan aku tidak terdesak, mana mungkin bisa bisnis seperti saat ini,” tutupnya. 

Kopi Susu @dapur.sindul/dok. Resti
Kopi Susu @dapur.sindul/dok. Resti
Resti Delia Saputri owner @dapur.sindul
Resti Delia Saputri owner @dapur.sindul

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓