Menjadi Bidadari untuk Suami, Jaga Keharmonisan Cinta Bersama

Endah Wijayanti15 Okt 2020, 09:38 WIB
Diperbarui 15 Okt 2020, 09:38 WIB
mengabaikan mitos dalam mempersiapkan pernikahan

Fimela.com, Jakarta Tulisan kiriman dari Sahabat Fimela.

***

Oleh: Atik Setyawati

Setiap wanita menginginkan kehidupan yang berbahagia dalam rumah tangganya. Sayangnya, tidak sedikit yang mengalami kegagalan dalam berumah tangga dan berujung pada perceraian. Penyebab perceraian bermacam-macam, mulai dari hadirnya orang ketiga, perselingkuhan, ekonomi hingga perbedaan visi membangun rumah tangga. Kemelut anak menantu dan mertua pun sering menjadi bumbu-bumbu sedap masalah kehidupan berumah tangga. 

Sebenarnya, setiap keluarga harus memiliki cara mengatasi masalah yang menimpa. Apa pun masalahnya, pasti memiliki solusinya. Tergantung dari masing-masing pasangan mau mengambilnya ataukah tidak terhadap sebuah solusi.

Ada beberapa hal yang dapat seorang wanita lakukan ketika menjumpai permasalahan dalam keluarganya. Misal, permasalahan hadirnya orang ketiga dalam keluarga. Masalah ekonomi keluarga pun sering memicu perceraian. Selayaknya bagi seorang istri untuk membesarkan sifat penerimaan terhadap rezeki yang dititipkan melalui suami. Berapa pun besarnya harus senantiasa disyukuri. Jika merasa kurang memenuhi kebutuhan, istri yang cerdas akan berpikir mencari solusi menambah penghasilan keluarga. 

 

Menjaga Rumah Tangga

menikah dan restu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Banyak kran rezeki yang masih tersumbat untuk dibuka dengan doa, sedeka,h dan ikhtiar. Berusaha bersama suami membangun ekonomi keluarga sehingga biduk keluarga dapat terus berlayar di tengah hantaman ombak dan batu karang. Istri tetap menjaga perilaku yang baik dan menunjukkan penghormatan kepada suami. Ini pun harus selalu dilakukan kendati suami sedang jatuh dalam usahanya. Istri tampil menghibur dan menjadi penyejuk hati suami sehingga suami dapat bangkit kembali. Istri yang baik adalah yang selalu mendoakan kebaikan untuk suami dan keluarganya. 

Masalah menantu dengan mertua. Hadirnya menantu bukanlah saingan yang mencuri perhatian seorang lelaki pada ibunya. Istri sekaligus sebagai menantu harus menyadari bahwa ada orang tua yang harus dihormati dan disayangi sebagaimana orang tua kandung. Senantiasa menyadari bahwa bakti laki-laki adalah pada ibunya. Ini harus disadari betul oleh seorang istri sehingga dapat hidup berdampingan secara damai dengan mertua dan keluarga suami. 

Sekelumit contoh di atas, tentunya masih banyak lagi permasalahan dalam kehidupan berumah tangga. Bila masalah teratasi cukuplah seorang wanita menjadi bidadari dalam rumah tangganya. 

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓