Kisah Pekerja Seks Mempertaruhkan Hidup di Tengah Pandemi untuk Membayar Tagihan

Annissa Wulan15 Okt 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 15 Okt 2020, 16:00 WIB
Hubungan Intim/Seks

Fimela.com, Jakarta Pandemi yang saat ini terjadi di seluruh dunia membuat segalanya semakin sulit. Katie Tastrom adalah seorang pekerja seks yang merasa hidupnya menjadi lebih sulit dan berbahaya saat ini.

Sebuah studi memperkirakan bahwa pekerja seks yang berbasis di jalanan 60 hingga 100 kali lebih mungkin dibunuh, dibandingkan perempuan yang tidak menjadi pekerja seks. Tidak mungkin mendapatkan angka pastinya, karena pembunuhan pekerja seks seringkali tidak dilaporkan atau diselidiki.

Menurut Katie, kematian seorang pekerja seks, terutama perempuan trans berkulit berwarna dianggap sebagai kejadian yang umum. Polisi merupakan salah satu sumber kekerasan pada pekerja seks.

 

 

Pekerja seks tidak memiliki hak istimewa untuk mengambil cuti

Hubungan Intim/Seks
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Jadi, yang mereka miliki hanyalah diri sendiri dan satu sama lain. Hampir semua pekerja seks melakukan tindakan pencegahan agar tidak terbunuh, entah dengan membawa senjata atau semprotan merica.

Katie memiliki hak istimewa untuk menyaring kliennya, yang tidak dapat dilakukan oleh banyak pekerja seks lainnya. Saat pandemi, banyak pekerja seks yang berhenti menemui klien secara langsung, termasuk Katie yang kemudian menjadi penulis lepas.

Menurut Katie, banyaknya angka kematian karena pandemi ini disebabkan oleh ketidakmampuan orang-orang untuk mengambil cuti dari pekerjaan mereka. Salah satunya, pekerja seks yang menghadapi keadaan ekstrem dan unik karena masih harus bekerja selama pandemi.

Karena sifat pekerjaannya, risiko tertular COVID-19 dari klien sangat tinggi. Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan selain kontak langsung.

Beralih ke online bukan solusi

Hubungan Intim/Seks
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Beralih ke online bukan solusi, karena pembayarannya jauh lebih sedikit, dibandingkan pekerjaan layanan penuh. Katie jelas tidak bisa mengalihkan pekerjaannya ke online, karena anak-anaknya selalu berada di rumah sepanjang waktu.

Saat menuliskan ceritanya ini di Huffpost Personal, Katie sedang memikirkan bagaimana dirinya bisa terus hidup membayar tagihan, tanpa harus menemui klien secara langsung. Di satu sisi, ia berada dalam keadaan dengan tingkat infeksi yang rendah, sedangkan karena penyakitnya, ia memiliki kekebalan tubuh yang menempatkannya pada risiko tinggi.

Bagi Katie, tidak ada yang lebih terdampak daripada para pekerja seks, di masa pandemi ini. Bagaimana menurutmu?

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓