Kisah Perempuan Alami Kekerasan dan Pelecehan saat Berada di Pusat Rehabilitasi Remaja

Annissa Wulan16 Okt 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 16 Okt 2020, 19:00 WIB
Deirdre Sugiuchi

Fimela.com, Jakarta Deirdre Sugiuchi menceritakan kisahnya di Huffpost Personal tentang bagaimana ia mengalami masa kecil yang buruk. Deirde mengaku bahwa dirinya sempat mengalami trauma akan kekerasan dan pelecehan ketika berada di pusat rehabilitasi remaja, seperti Paris Hilton.

Dalam film dokumenter terbarunya berjudul "This Is Paris," Paris membawa penonton untuk melihat bagaimana dirinya mengalami kekerasan saat remaja dan berada di pusat rehabilitasi bagi remaja yang bermasalah. Mimpi buruk Deirde dimulai ketika ia dikirim ke sekolah reformasi agama yang saat itu dikenal sebagai Escuela Caribe di Republik Dominika, 2,5 bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-16.

Di Escuela Caribe, Deirde harus meminta izin untuk segala hal yang dilakukannya, seperti menggunakan toilet, berdiri, duduk, bahkan memasuki sebuah ruangan. Hal yang lebih buruk terjadi di malam keduanya, Deirde dipaksa melakukan sit-up, push-up, duck walks, dan ketika ia tidak bisa melakukannya dengan sempurna, ia diberi hukuman kekerasan tambahan.

 

 

Penganiayaan yang dialami oleh Deirde saat berada di pusat rehabilitasi

Deirdre Sugiuchi
Deirdre Sugiuchi. Sumber foto: Document/Deirdre Sugiuchi.

Orangtua Deirde adalah orang Kristen Evangelis yang keras, mereka tidak mengizinkannya mendengarkan musik atau bahkan memakai celana saat dirinya memasuki sekolah menengah pertama. Deirde pernah salah didiagnosis mengalami gangguan bipolar, yang menurut orangtuanya, ia salah bergaul.

Deirde sebenarnya sudah mengetahui tentang industri ini, seorang temannya dikirim ke sana 6 minggu sebelum ia masuk ke pusat rehabilitasi yang pertama. Ia telah membaca bagaimana orang-orang bekerja di sana dengan siksaan dan ditelanjangi.

Dalam film dokumenternya, Paris Hilton juga menggambarkan tentang penculikan yang terjadi di pusat rehabilitasinya dulu, bagaimana ia dipaksa masuk ke sel isolasi karena tidak minum obat. Paris Hilton dipaksa melepaskan semua pakaiannya, masuk ke dalam sel isolasi selama 20 jam, ia kedinginan, kelaparan, dan sendirian.

Deirde bertahan selama 2 tahun dan mengalami trauma pasca kekerasan

[Fimela] kekerasan terhadap perempuan
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan | pexels.com/@karolina-grabowska

Penganiayaan semacam itu adalah praktik standar di banyak pusat rehabilitasi remaja. Siswa di dalamnya dipaksa untuk mengawasi perilaku satu sama lain dan saling menyerang dan terapi kelompok.

Ada ancaman terus menerus akan dipukuli atau dihukum karena membela diri sendiri atau orang lain. Deirde bertahan selama 2 tahun sama seperti Paris Hilton di pusat rehabilitasi remaja.

Setelah itu, Deirde menderita gangguan stres pasca trauma yang kompleks, ia tidak lagi bisa mempercayai siapapun. Untuk bertahan hidup, ia memutuskan kontak dengan semua orang dan pindah kota.

Sejak perilisan "This Is Paris," ribuan penyintas bergabung dengan Paris Hilton untuk berbagi cerita mereka yang kemudian diberi tagar #breakingcodesilence. Deirde telah berbicara menentang industri pusat rehabilitasi remaja yang bermasalah selama lebih dari 1 dekade, namun untuk pertama kalinya, ia mulai merasakan secercah harapan. Bagaimana menurutmu?

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓