Lulusan Sarjana Tetap Bahagia Menjadi Ibu Rumah Tangga demi Kebaikan Keluarga

Endah Wijayanti19 Okt 2020, 11:35 WIB
Diperbarui 19 Okt 2020, 11:35 WIB
ibu guru kehidupanku

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Tri Widiyati

Usiaku sekarang 46 tahu. Aku lulus kuliah dari UNS maret tahun 1998. Selama kuliah aku membiayai sendiri sampai lulus. Karena aku ambil FKIP Bahasa Inggris waktu itu, jadi aku kuliah sambil mengajar privat dan mengajar di sebuah tempat kursus bahasa Inggris di Solo. Setiap terima gaji aku sisihkan untuk ditabung untuk membayar SPP setiap semester.  Alhamdulilah aku pernah juga mendapat beasiswa Supersemar saat itu selama setahun. 

Setelah aku lulus, aku menikah pada bulan Desember 1998 dengan seorang pelaut yang bekerja di kapal pesiar asing. Saat aku memutuskan menikah dengan suami tercintaku aku sadar bahwa aku harus siap LDR-an dengan suami. Saat itu aku masih mengajar di tempat kursus bahasa Inggris sampai anakku yang ketiga lahir. Semua kujalani dengan ikhlas dan kami bahagia walaupun sering LDR, rumah tanggaku baik-baik saja sampai sekarang. 

Menjadi Ibu Rumah Tangga

ibu dan anak perempuan
ilustrasi./copyright by VGstockstudio (Shutterstock)

Karena aku sibuk mengurus anak anak terutama untuk antar jemput sekolah anakku yang nomor tiga aku memutuskan untuk berhenti mengajar dan full di rumah tanpa pembantu. Sekarang karena aku bisa mengurus pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak-anakku. Setiap suami bekerja berlayar saya dan anak-anakku berempat di rumah. Semua aku urus dan alhamdulilah selalu bisa berkomunikasi dengan suami setiap saat walaupun harus LDR .

Selama jadi ibu rumah tangga aku bisa mengasuh anak-anakku yg sekarang semua sudah menginjak remaja. Yang nomor satu sudah kuliah di Bandung. Yang nomor dua kelas 11 dan nomor tiga kelas sepuluh. Alhamdulilah walaupun aku sarjana tapi aku hanya seorang IRT aku bisa menjadi guru terbaik anak-anakku karena inshaa Allah mereka bisa menjadi anak soleh rajin beribadah dan penurut.

Sebagai seorang IRT aku bisa menjadi koki buat keluargaku. Alhamdulilah aku suka masak juga sehingga setiap hari aku masak buat keluargaku walaupun kadang keluar untuk makan di luar. Bangganya aku menjadi IRT aku bisa mengawasi sepenuhnya anak-anakku hingga menjadi anak soleh. Itu yang membanggakan aku karena pendidikan agama di rumah bisa mencetak anak-anakku jadi soleh. Dan alhamdulilah suami dan anak-anakku sayang aku walaupun aku sekarang bukan wanita karier dan hanya sebagai seorang lady boss at home.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓