4 Tahun Berwirausaha, Bisa Bekerja Sekaligus Mengurus Keluarga dengan Baik

Endah Wijayanti19 Okt 2020, 12:45 WIB
Diperbarui 19 Okt 2020, 12:45 WIB
rutinitas di rumah

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Raistamala Nediasani

"Wong wedok kuwi piye-piye ora oleh ngungkuli wong lanang." Perempuan itu bagaimanapun tidak boleh lebih tinggi (derajatnya) dari laki-laki. Masih teringat jelas kalimat dari eyang kala itu, puluhan tahun yang lalu. Iya, eyangku masih memegang teguh ajaran bahwa perempuan tidak boleh lebih unggul dari pria. Beliau tidak bekerja, hanya sebagai ibu rumah tangga dan mengasuh anak-anaknya yang lebih dari setengah lusin.

Begitu juga ibuku, meskipun sekolah tinggi tapi tidak bekerja karena ayahku melarangnya dengan alasan takut keluarganya tidak terurus dengan baik. Hm, apa di era milenial ini kita masih harus memegang ajaran tersebut? Apakah aku harus mengikuti untuk jadi ibu rumah tangga saja nanti setelah menikah?

Zaman sudah mulai berubah. Perempuan boleh menjadi apa pun yang dia mau, asal tetap bertanggung jawab dengan kodratnya sebagai perempuan, sebagai istri, sebagai ibu. Aku, perempuan berusia 29 tahun, satu-satunya anak perempuan di keluargaku.

Cita-citaku adalah menjadi ibu rumah tangga yang tetap bekerja. Sebagai apa? Bertahun-tahun aku mencoba berbagai hal. Pekerja kantoran penuh waktu pernah, pekerja based on project yang kerjanya seminggu hanya 3-4 kali pernah, merantau pernah, sampai pada akhirnya aku mencoba peruntungan sebagai wiraswasta sejak empat tahun lalu.

Empat tahun lalu aku merasa lelah sebagai pekerja kantoran yang memaksaku untuk jarang sekali ketemu dengan keluarga, banyak momen bahagia yang harus terpaksa direlakan begitu saja karena harus bekerja. Empat tahun lalu aku mencoba memulai sebuah bidang usaha yang memang didasari oleh hobi.

Hobiku memasak, jadi aku mencoba memulai usaha di bidang kuliner. Berhasil? Tentu saja perjalananku tidak mulus, mencari pelanggan itu susahnya minta ampun, mengenalkan produk itu susah sekali. Tapi bukan aku namanya kalau menyerah di tahun pertama.

 

Melakukan yang Terbaik dan Pantang Menyerah

perempuan milenal
Perempuan milenial sukses berkarier./Copyright shutterstock.com

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Perlahan tapi pasti usahaku berkembang meskipun belum pesat. Dari yang awalnya hanya dua produk, sekarang aku punya 16 produk. Kena imbas pandemi juga kah? Pasti. Usaha apa pun pasti terkena imbas dari pandemi covid-19 ini. Tapi aku bersyukur aku masih bisa bertahan, sedangkan di luar sana banyak pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar.

Tuhan masih sangat baik sama aku. Bertahun-tahun menjalani usaha ini, mendekatkan aku ke cita-citaku. Aku bisa bekerja tapi tetap bisa mengurus keluarga dengan baik. Aku merasa menjadi lady boss. Menjadi bos di usaha sendiri, menjadi bos di keluarga.

Aku merasa hidupku seimbang sejak aku menjadi bos di usahaku sendiri. Banyak hal yang aku pelajari dari menjalankan usaha ini. Belajar manajemen waktu, belajar untuk terus berinovasi, belajar sabar, belajar untuk terus bergerak maju. Kalau dulu aku sering merelakan momen-momen penting di keluarga, sekarang kapan pun keluarga membutuhkan aku, aku ada untuk mereka.

Hai eyang, cucumu ini tidak pernah bermaksud untuk menjadi lebih tinggi derajatnya daripada laki-laki, aku hanya ingin sejajar dengan laki-laki, dengan tetap menjalankan peranku sebagai perempuan dengan sangat baik. Hai para perempuan di mana pun kalian berada, teruslah berjuang di jalan yang kalian pilih. Buktikan kalau kalian mampu. Mampu untuk menjadi lady boss di bidang kalian masing-masing. Percayalah, kalian semua hebat.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓