Vending Machine Karya Anak Bangsa Sediakan Masker Gratis untuk Penumpang MRT

Karla Farhana20 Okt 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 20 Okt 2020, 15:30 WIB
[Fimela] masker

Fimela.com, Jakarta Penggunaan masker merupakan salah satu hal terpenting untuk mencegah penularan virus Corona. Untuk meningkatkan pencegahan, Needs Inodnesia, start-up on demand pertama di Tanah Air menyediakan vending machine masker dan kebutuhan kesehatan lainnya di stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta. 

Selama 10-18 Oktober 2020, Needs Indonesia melakukan pilot testing mini vending machine pertamanya di stasiun MRT Istora Mandisi (Pintu A), dengan menyediakan masker gratis kepada masyarakat yang menggunakan layanan MRT. Mesin ini juga akan tetap melakukan pilot testing dengan target deployment 10 meisn hingga Desember 2020 nanti. Sementara, pihaknya menargetkan akan meluncurkan mesin ini pada Januari 2021. 

Adalah Octa Myanda, Co-Founder dan CEO Needs. Octa dibantu Bapak Ario Bimo, Kepala Stasiun MRT Istora Senayan untuk melakukan instalasi alat tersebut. Needs sebenarnya merupakan tahap awal startup di bidang IoT yang menyediakan layanan pembelian barang lewat mini vending maching. 

“Kami memulai perjalanan startup ini sejak akhir Juli 2020, dimana produk pertama yang kami keluarkan adalah medical and hygiene mini vending machine, mengingat tujuan utama kami adalah untuk #penuhikebutuhan end-user melalui teknologi vending machine,” jelas Octa. Menurutnya, di tengah pandemi covid-19 ini masyarakat membutuhkan barang-barang medis yang higienis seperti masker dan hand sanitizer.

 

Vending Machine Kecil yang Serba Hemat

[Fimela] Needs Indonesia
Bagi penumpang MRT, kini bisa mendapatkan masker gratis untuk melindungi diri dari Corona lewat vending machine canggih karya anak bangsa, Needs Indonesia.

Vending machine ini memiliki 3 tipe ukuran; 40 x 40, 60 x 60, dan 100 x 60 cm. Ukurannya yang kecil bukan hanya unik dan tidak memakan tempat, tetapi juga hemat. Mulai dari hemat harga jual, sewa, hingga maintenance. 

Listrik yang digunakan mesin ini hanya sekitar 60-125 watt, sementara vending machine konvensional membutuhkan kisaran 450 watt++. 

Selain itu, proses pembuatannya juga dilakukan secara mandiri. Karenanya, mesin ini sangat fleksibel dalam menentukan items yang dijual di dalamnya dan tidak terpaku pada food and beverages saja, tetapi juga item lainnya. 

Bukan selama 24 jam, mini vending machine ini juga cocok dioperasikan selama masa pandemi karena tidak memerlukan kontak langsung antara manusia. Pengguna hanya cukup log in di layar dengan menggunakan smartphone kemudian akan muncul halaman pemilihan items atau barang yang akan dibeli. Pengguna tinggal membayar menggunakan e-wallets. 

#Changemaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓