Pengalamanku sebagai Karyawan di Perusahaan dan Jantung Bisnis Suami di Rumah

Endah Wijayanti21 Okt 2020, 09:15 WIB
Diperbarui 21 Okt 2020, 09:15 WIB
bekerja usia 30 40

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: NP

Memimpin tidak harus di depan, bisa dimana pun. Tidak hanya di satu tempat tetapi bisa lebih dari satu tempat.

Kalimat tersebut seperti keberadaan saya di perusahaan dan bisnis orang terdekat saya. Peran saya sebagai karyawan sekaligus sebagai jantung bisnis yang dijalankan suami saya di rumah. Tidak masalah bagi saya, meskipun harus mengeluarkan tenaga dan pikiran lebih dari yang lain, bagi saya support terhadap suami tidak boleh berhenti saat saya memutuskan untuk memilih menjadi karyawan di sebuah perusahaan.

Menjadi perempuan berumah tangga membuat saya harus pandai mengelola waktu, pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya, amanah kantor selama 8 jam per hari dan denyut bisnis suami yang juga bergantung pada konsep marketing yang saya jalankan.

Capek, pasti! Tapi, memacu diri sendiri untuk berbuat lebih membuat saya lebih puas dan bisa menghargai diri sendiri. Bukankah salah satu syarat menjadi Lady Boss adalah mencintai diri sendiri? Dan setiap perempuan memiliki cara masing-masing untuk mencintai dirinya.

Hasil yang Lebih untuk Usaha yang Lebih

perempuan milenal
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Meskipun melakukan berbagai pekerjaan hampir bersamaan dan membutuhkan lebih banyak tenaga dan waktu dibandingkan orang kebanyakan, tetapi hasil tidak akan mengkhianati usaha. Sebagai karyawan yang telah bekerja sekitar 5 tahun dengan tiap tahunnya hampir selalu mendapat reward karyawan terbaik menjadi suatu kebanggaan.

Menjadi jantung bisnis suami juga menyenangkan bagi saya. Eh, kenapa istilahnya jantung? Karena tanpa adanya jantung, denyut pun tidak ada. Denyut dalam bisnis suami yang saya maksudkan di sini adalah konsep pemasaran dan akuntansi, kedua hal tersebut menjadi poin saya yang pegang, otomatis bisnis pemasangan wallpaper serta jualan madu yang dijalankan suami salah satunya bergantung pada pemikiran saya juga. Alhamdulillah, justru lelah di sini malah saya merasa bisa mendukung suami meskipun disambi bekarier di luar rumah.

Namanya bisnis, memang kadang ada naik dan turunnya, tetapi bisnis suami ini justru semakin berkembang tiap bulannya, tidak seperti gaji yang cenderung stabil ya, bahkan ada satu waktu penghasilan dari bisnisnya lebih tinggi dibandingkan gaji saya.

Oleh sebab itu, usaha, doa serta apa pun yang dilakukan pasti tidak akan membohongi hasil. Sekali lagi, menjadi Lady Boss bisa dilakukan siapa pun, kapan pun, di mana pun, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Seringkali yang membatasi hal tersebut justru pemikiran perempuan sendiri. Semoga menginspirasi!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓