Fimela Fest 2020: Anika Chebrolu, Ilmuan Muda yang Berpotensi Temukan Obat COVID-19

Karla Farhana21 Okt 2020, 20:13 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 09:41 WIB
[Fimela] Anika Chebrolu

Fimela.com, Jakarta Muda dan cerdas. Dua kata ini seakan tidak cukup menggambarkan Anika Chebrolu, gadis 14 tahun yang berhasil memenangkan 2020 3M Young Scientist Challenge--serta mendapatkan hadiah $25,000--atas temuannya yang berpotensi menjadi obat atau terapi COVID-19 di masa mendatang. 

Penemuan gadis asal Texas, AS ini menggunakan metodologi in-silico untuk menemukan molekul timbal yang secara selektif dapat mengikat lonjakan protein virus SARS-CoV-2. Dilansir dari In the Now News, Anika bercerita kalau pada awalnya dia sedang meneliti dan mencari obat virus influenza. 

Namun, COVID-19 menyerang dunia. Anika kemudian langsung mengarahkan penelitiannya pada SARS-CoV-2. Kepada CNN, dia mengatakan kalau ada banyak media yang mengangkat soal proyeknya karena melibatkan Corona. Baginya, ini merupakan sebuah harapan besar untuk mengakhiri pandemi ini. 

"Dua hari terakhir, saya melihat ada banyak media mengangkay proyek saya karena melibatkan virus SARS-CoV-2 dan itu mencerminkan harapan kami untuk mengakhiri pandemi ini. Karena saya, seperti orang lain juga, berharap kembali ke kehidupan normal dengan segera," katanya kepada CNN. 

Pandemi Flu Tahun 1918 Jadi Inspirasi

 
 
 
View this post on Instagram

This 14-year-old in Texas just made a breakthrough that could one day lead to a COVID-19 cure

A post shared by NowThis (@nowthisnews) on

Gadis yang memiliki darah campuran India-Amerika ini mengaku pada awalnya terinspirasi dari pandemi flu tahun 1918. Dari sana, dia mencoba untuk mencari tahu bagaimana orang-orang meninggal setiap tahunnya di Amerika Serikat meski vaksin diberikan setiap tahun dan obat anti-influenza sudah banyak dijual di pasaran. 

"Anika memiliki pemikiran yang selalu ingin tahu dan menggunakan rasa keingintahuannya yang besar untuk bertanya tentang vaksin COVID-19," ujar Dr. Cindy Moss, juri dari 3M Young Scientist Challenge. 

Menurutnya, proyek Anika ini sangat komprehensif dan menguji sejumlah database. Dia juga mengembangkan pengertian mengenai proses inovasi dan dia juga merupakan komunikator yang andal," katanya kepada CNN. 

Meski sudah memenangkan kompetisi tersebut, pekerjaannya belum selesai. Anika mengaku akan melanjutkan penelitiannya dengan mengembangkan hasil penemuannya.  Target selanjutnya, kata Anika, adalah bekerja bersama para ilmuan dan peneliti yang berjuang "mengontrol morbiditas dan mortalitas" pandemi dengan mengembangkan hasil penemuannya untuk membuatnya menjadi obat Corona. 

Untuk tahu lebih lanjut topik seputar ini, daftarkan dirimu di sini dan dapatkan info terupdate FIMELA FEST 2020. Jangan sampai terlewat ya.

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓