Menumbuhkan Harapan Baru di Tengah Tumpukan Sampah

Endah Wijayanti25 Okt 2020, 07:45 WIB
Diperbarui 25 Okt 2020, 07:45 WIB
mengelola sampah

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Dini Fitria

Saya ingin keberhasilan saya menjadi motivasi anak-anak lain di Bantar Gebang untuk keluar dari paradigma jika mereka tidak akan pernah akan menjadi orang sukses. Saya tumbuh dari keluarga broken home dan sosok ibu yang kuat dan independent single mother menjadi penyemangat saya untuk mengejar mimpi.

Sebelum menjadi pusat pembuangan sampah terbesar di Asia Tenggara, pada awalnya Bantar Gebang adalah kampung nan indah dan hijau, tempat saya tumbuh berkembang hingga akhirnya kampung indah ini bertransformasi menjadi pusat pembuangan sampah ibu kota. Saya beruntung bisa menyelesaikan pendidikan hingga universitas. Suatu hal yang sangat jarang ditemui di area tempat tinggal yang didominasi pencari nafkah yang mayoritas adalah pemulung.

Saya tergerak untuk giving back to society karena sudah menjadi motivasi saya sejak awal menempuh pendidikan. First of all saya membuka usaha yang memanfaatkan potensi sampah Bantar Gebang untuk menjadi peluang bisnis yakni dengan mengolah sampah plastik menjadi pelet yang didistribusikan bagi industri.

Menjadi entrepreneur bukanlah satu-satunya passion saya. Saya selalu passionate dengan dunia pendidikan dan untuk itu saya membuka pintu rumah saya bagi anak-anak pemulung untuk bisa belajar di akhir pekan dan pada awalnya sebagai single fighter hingga akhirnya banyak volunteer yang datang membantu berbagi apa pun keahlian dan ilmu yang bisa mereka berikan bagi anak-anak pemulung yang merupakan generasi masa depan yang berhak untuk mendapatkan apa yang anak lain dapatkan seperti optimisme dan kepercayaan diri. Upaya yang tidak mudah memang tapi saya selalu percaya akan the power of youth. Mereka adalah investasi untuk masa depan.

Harapan Baru pada Anak-Anak

guru di sby
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Area tempat tinggal saya yang selalu dipandang rendah dan kotor. Faktanya anak-anak binaan ini seperti halnya anak-anak lain mereka sangat talented and driven untuk belajar. Suatu proses yang panjang dan berkesinambungan tentunya. Karena itulah pendidikan alternatif dan keahlian yang coba saya fokuskan bagi anak-anak binaan di samping membangun karakter dan rasa percaya diri mereka untuk bisa suatu hari mengejar passion mereka. Di samping agar mereka memiliki critical thinking dan bisa menyuarakan aspirasi mereka.

Sebagian besar anak merupakan perempuan muda. Bagi saya mereka memiliki girl power dan untuk itu Lady boss bagi saya adalah seperti mantra yang saya ucapkan dipagi hari untuk menyadari akan betapa beruntungnya saya lahir sebagai seorang wanita yang memiliki power untuk melakukan suatu perubahan dengan menyeimbangkan entrepreneurship and philanthropy at the same time. Saya ingin mendobrak cara pandang yang salah akan generasi muda di tempat tinggal saya mengenai early young marriage, edukasi, dan kesempatan untuk mengejar mimpi mereka apa pun itu. Itu sebabnya saya bertahan untuk tetap tinggal di daerah ini dan keep doing act of kindness karena dengan semua kebaikan tempat tinggal saya inilah I am who I am today.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓