Melepas Pekerjaan dan Mengurus Keluarga Penuh Waktu, Kutemukan Kebahagiaan Baru

Endah Wijayanti22 Okt 2020, 13:35 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 13:35 WIB
menjadi ibu dan istri

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh:  Dosni Arihta

Pernikahan adalah sebuah titik balik dalam kehidupanku. Aku benar-benar menyadari, ada banyak sekali perubahan tak terencana dan terkendali. Ada beberapa prinsip hidup yang akhirnya ditempa melalui banyak pengalaman, terutama setelah aku menikah.

Setelah memiliki peran baru sebagai istri, tak lama kemudian peran baru sebagai ibu pun bertambah. Pekerjaan yang dahulu nampak mudah, kini menjadi tantangan besar bahkan tak jarang harus dikorbankan. Awalnya, aku memiliki pekerjaan yang cukup baik, sebagai seorang terapis untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Selain bekerja, aku pun mengikuti beberapa komunitas dan dapat melakukan kegiatan sosial. Aku merasa cukup puas karena dapat mengembangkan diriku kala itu.

Lalu, aku mulai berkenalan dengan rasa bahagia yang lain. Menjalani peran sebagai istri dan seorang ibu, membuatku bahagia dan penuh. Meski aku harus mengorbankan pekerjaanku, dan mengurus rumah serta keluarga sepanjang waktu, tidak ada penyesalan dalam kamusku.

Bagiku, ini hanya soal waktu. Pekerjaan rumah tangga pun dapat terlaksana tanpa drama yang sia-sia. Aku sangat menikmati waktu bersama dengan keluargaku. Aku merasa gembira karena dapat mendampingi mereka berkembang menjadi pribadi yang lebih baik pada masa depan. Ada kepuasan karena aku telah memberikan yang terbaik bagi mereka.

Masih Tetap Mengasah Potensi Diri

tulisan tangan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Makistock

Lalu bagaimana dengan karierku? Tentu saja aku tetap bisa mengejarnya. Me time-ku yang berharga, kugunakan untuk kegiatan menulis yang sangat kusuka. Aku cukup aktif menulis artikel di berbagai media, hingga akhirnya dapat menerbitkan sebuah buku juga. Sebuah pencapaian besar bagiku. Tawaran untuk kembali bekerja pun terus terngiang di kepalaku. Tapi, aku tahu apa yang menjadi prioritas utamaku sekarang. Bukankah itu definisi lady boss yang sesungguhnya? Bagaimana kita dapat mengelola keluarga serta diri sendiri. Tahu kapan harus berkata 'ya' dan 'tidak'. Namun tetap mengetahui dan menghargai kapasitas diri. 

Setelah beberapa tahun menolak tawaran untuk kembali bekerja full time sebagai terapis, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba menghasilkan dari rumah saja. Secara berkala, aku ikut mempromosikan buku yang kutulis, membuat konten-konten edukasi serta memberikan terapi di sekolah dekat rumah sebagai pekerjaan paruh waktu.

Aku sangat berharap dapat terus mengembangkan karierku, sambil terus membersamai waktu bersama keluargaku. Seperti yang pernah kukatakan, ini hanyalah soal waktu. Tak mengapa berhenti sebentar. Tak mengapa mundur sejenak. Tak mengapa mengubah prioritas sementara, asalkan kita tahu apa yang menjadi tujuan hidup kita, dan terus berusaha keras untuk mewujudkannya.

Aku yakin Tuhan pasti akan menunjukkan jalan. Kenapa? Karena, alih-alih hanya menjadi seorang istri dan ibu, aku yakin pasti Tuhan juga punya rencana baik untuk hidupku, yakni untuk menjadi seorang wanita yang utuh, mandiri, dan bahagia. 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓