Fimela Fest 2020: Ubah Konsumerisme jadi Kebaikan untuk Akhiri Kemiskinan

Novi Nadya22 Okt 2020, 12:35 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 12:36 WIB
Kampanye untuk akhiri kemiskinan ekstrem

Fimela.com, Jakarta Perusahaan sosial asal Australia Thankyou menyebutkan biaya konsumsi produk yang dihabiskan setiap tahunnya sekitar 63 triliun Dolar AS. Namun fakta lainnya jumlah orang yang masih hidup dalam kemiskinan ekstrem di seluruh dunia sebanyak 736 orang. 

Sebab itu, perusahaan penghasil produk kebutuhan konsumen sehari-hari seperti rangkaian produk perawatan pribadi dan perawatan bayi mengajak masyarakat berpartisipasi lewat kampanye bertajuk 'No Small Plan'. Sebuah gerakan sosial yang dapat mengubah konsumerisme dan menciptakan dampak positif bagi dunia.

 

Thankyou juga melibatkan Indonesia sebagai bagian dari kampanye global 'No Small Plan'. Untuk terlibat dalam gerakan sosial ini, caranya sederhana yaitu memanfaatkan akun media sosial kita.

Pertama posting foto atau bagikan tema gerakan sosial dengan menulis "I'm in, are you?". Lalu tag @proctergamble dan @unilever @thankyoaus sambil menyertakan tagar #thankyoutotheworld dan bagikan video Thankyou untuk membantu menyebarkan pesan ini lebih luas lagi. 

 
 
 
View this post on Instagram

I’m in, are you? @proctergamble and @unilever #thankyoutotheworld

A post shared by Thankyou (@thankyouaus) on

P&G dan Unilever

Kenapa dalam postingan menandai dua perusahaan consumer goods terbesar dan paling berpengaruh di dunia P&G dan Unilever? Sebab Thankyou berharap kedua perusahaan tersebut dapat membantu dalam memproduksi dan mendistribusikan produk-produk Thankyou secara global. 

Sebab itu, gerakan sosial ini bermaksud meyakinkan kedua perusahaan tersebut dengan kekuatan kolektif yang dipercaya mewujudkan perubahan dan membantu mengakhiri kemiskinan ekstrem. Untuk diketahui, selama ini Thankyou menerapkan model bisnis yang berbeda, jadi setelah semua biaya dalam menjalankan dan menghadirkan produk bagi konsumen terpenuhi, maka tiap sen sisanya akan dialokasikan untuk tujuan mengakhiri kemiskinan esktrem global.

"Thankyou ingin semua masyarakat di Indonesia bisa ikut terinspirasi untuk bersama-sama memberikan kontribusi dalam memerangi kemiskinan ekstrem global dengan cara yang paling dekat dan sederhana untuk dilakukan. Kami percaya bahwa ada yang perlu diperbaiki dari model bisnis pada umumnya," ujar Daneiel Flynn yang mendirikan Thankyou pada tahun 2008. 

Thankyou telah menjadwalkan pertemuan virtual dengan P&G dan Unilever pada akhir periode kampanye. Dan pada tanggal 5 November 2020, Thankyou akan mengumumkan hasil dari pertemuan virtual tersebut sekaligus menginformasikan perusahaan mana yang bersedia untuk bermitra dengan Thankyou untuk kemudian akan dipublikasikan di salah satu baliho digital terbesar di dunia, Times Square yang berlokasi di Kota New York, Amerika Serikat.

 
 
 
View this post on Instagram

Our co-founders @justflynn and @danielflynn88 share a little update on how we are tracking 2 weeks in! #thankyoutotheworld

A post shared by Thankyou (@thankyouaus) on

Simak Video Berikut

#ChangeMaker 

Lanjutkan Membaca ↓