Memahami Unsur-Unsur Debat Beserta Tujuan dan Macamnya

Imelda Rahma22 Okt 2020, 16:35 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 16:35 WIB
Debat

Fimela.com, Jakarta Debat adalah seni dalam berbicara dan memertahankan argumen sehingga orang yang berdebat diharapkan mampu memiliki kualitas berpikir dan cara berbicara yang baik. Debat yang dimaksud dalam hal ini bukanlah debat yang sifatnya informal seperti yang mudah kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi merupakan debat yang dalam rangka kompetisi maupun suatu kegiatan resmi untuk kepentingan dan tujuan tertentu.

Tentu saja dalam berdebat, kita tidak boleh sembarang mengutarakan argumen karena apapun yang kita ungkapkan harus mampu dipertanggungjawabkab. Itulah mengapa data dan fakta adalah kekuatan dalam debat itu sendiri. Selain data dan fakta, debat yang resmi juga memiliki aturan sehingga setiap orang dapat gilirannya untuk berbicara.

Debat dalam ranah akademik digunakan bukan untuk mempermalukan atau menyinggung lawan, tetapi mencari alternatif ataupun solusi yang terbaik pada permasalahan yang diperdebatkan. Melalui debat, kita bisa melihat argumen mana yang kuat dan lebih logis untuk dijadikan keputusan.

Nah, untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas unsur-unsur debat, lengkap beserta tujuan dan macamnya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Unsur – Unsur Debat

Unsur – Unsur Debat
Ilustrasi Berdebat Credit: pexels.com/fauxels

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dalam ranah akademik, debat dilakukan dengan pemenuhan mekanisme unsur. Unsur-unsur tersebut akan membuat jalannya perdebatan menjadi lebih tertib dansistematis. Berikut unsur-unsur dalam debat yang perlu kamu ketahui:

Mosi

Unsur-unsur debat yang pertama dalah mosi. Dalam debat harus ada mosi yang akan diperdebatkan. Mosi sendiri merupakan suatu hal atau topik yang diperdebatkan oleh para peserta debat. Adanya mosi sangat penting dalam sebuah debat karena terdapat pihak yang pro dan pihak yang kontra.

Tim Afirmatif

Unsur-unsur debat yang kedua adalah tim afirmatif atau pihak pro. Tim afirmatif adalah tim yang setuju terdapat hal yang diperdebatkan (mosi). Dengan kata lain tim yang pro terhadap tema yang dibahas. Pihak pro ini akan menjelaskan uraian mengenai alasan setuju terhadap mosi yang dibahas.

Tim Negatif

Tim negatif/oposisi/pihak kontra merupakan unsur-unsur debat berikutnya. Tim negatif ini tentunya merupakan lawan dari tim positif tadi. Tim negatif merupakan tim yang tidak setuju atau menentang mosi. Tim negatif disebut juga oposisi atau pihak kontra. Pihak kontra akan memberikan sanggahan terhadap pernyataan dari pihak afirmatif.

Tim Netral

Unsur-unsur debat selanjutnya adalah tim netral. Selain tim afirmatif dan tim negatif, juga harus ada pihak yang ada di tengah-tenga, yaitu tim netral ini. Tim netral merupakan tim yang tidak menaruh dukungan dan tidak condong terhadap salah satu pihak, dengan kata lain bersikap netral.

Moderator

Moderator merupakan salah satu unsur-unsur debat yang tidak kalah penting. Moderator dalam debat adalah orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan, mulai dari membacakan tata tertib debat, mengajukan pertanyaan serta menengahi adu pendapat peserta debat.

Peserta Debat

Unsur-unsur debat selanjutnya adalah peserta debat. Pada beberapa kesempatan, peserta debat berhak menentukan keputusan akhir bersama juri debat lewat proses voting atau pemungutan suara,

Penulis

Unsur-unsur debat yang terakhir adalah penulis. Dalam debat, terdapat penulis, yaitu orang yang bertugas mencatat dan menulis kesimpulan debat tersebut.

Tujuan Debat

Tujuan Debat
Ilustrasi Berdebat Credit: pexels.com/Christina

Berdebat secara akademik jelas memiliki sejumlah tujuan penting. Dalam poin ini, debat tidak dilakukan semerta-merta hanya sebagai ajang perang argument tetapi merupakan bentuk usaha untuk mendapatkan alternatif keputusan yang paling logis. Berikut beberapa tujuan debat yang perlu kamu tahu:

  • Belajar mematahkan pendapat dari orang lain atau lawan debat dengan alasan-alasan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Melatih diri dalam bersikap kritis terhadap semua materi yang diperdebatkan.
  • Meningkatkan kemampuan dalam merespon atau menghadapai suatu masalah.
  • Melatih diri dalam memantapkan pemahaman tentang konsep dari materi yang diperdebatkan.
  • Melatih keberanian dan mental dalam mengemukakan pendapat di depan umum atau di depan banyak orang.

Macam-Macam Debat

Macam-Macam Debat
Ilustrasi Berdebat Credit: pexels.com/fauxels

Debat juga memiliki beberapa macam atau jenis berdasarkan tujuan, bentuk, ataupun metode yang dilakukan. Berikut jenis-jenis debat yang perlu diketahui:

Debat pemeriksaan ulangan atau cross-examination debating

Debat pemeriksaan ulangan dilakukan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam debat ini, diajukan beberapa pertanyaan yang saling memiliki hubungan, sehingga menyebabkan individu yang diberi pertanyaan dapat mendukung posisi yang ingin ditegakkan maupun diperkokoh oleh pihak yang memberi pertanyaan.

Debat Parlementer atau Assembly or Parlementary Debating

Debat parlementer juga dikenal dengan sebutan debat Majelis. Fungsi debat perlementer ini yaitu untuk memberikan maupun menambah dukungan pada suatu undang-undang tertentu. Di dalam debat parlementer seluruh anggota debat berhak mengajukan pendapat dan gagasannya. Mendukung atau menentang usul yang telah disampaikan setelah diizinkan oleh majelis debat dengan disertai alasan yang kuat.

Debat Formal

Debat formal juga dikenal dengan sebutan debat konvensional atau debat pendidikan. Debat formal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing tim pembicara untuk menyampaikan kepada audiens atau peserta debat tentang beberapa argumen maupun gagasan yang dapat menunjang atau menolak usulan. Argumen yang disampaikan harus masuk akal, jelas, dan menyangkut kebutuhan bersama.

Lanjutkan Membaca ↓