Menjadi Lady Boss sebagai Ibu Rumah Tangga, Membantu Perekonomian Rumah Tangga

Endah Wijayanti26 Okt 2020, 09:25 WIB
Diperbarui 26 Okt 2020, 09:25 WIB
membantu perekonomian keluarga

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh:  Baiq Cynthia

Banyak stigma yang sering disematkan untuk perempuan. Wanita harus berdaya. Bersaing dan berpikir kreatif ada juga yang mengatakan perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi toh ujung-ujungnya kerja di sumur, dapur dan kasur.

Saya tidak sepakat kalau perempuan hanya mengurus urusan dapur, mengurus anak dan suami. Tetapi ada yang lebih penting. Perempuan tentu harus berintelektual, berdaya saing tinggi dan mampu menjadi pemimpin dalam urusan domestik itu sendiri. Wanita memang harus patuh dan taat pada suami. Tetapi menjadi perempuan harus lebih mandiri dan bijak mengelolah rumah tangga.

Ibarat dalam sekolah, suami adalah kepala sekolah sedangkan istri sebagai guru, pendidik dan yang menyokong suntikan semangat untuk keluarga.

Sayangnya zaman sekarang yang serba instan, wanita sering kalah dengan keinginan mereka sendiri. Mereka terlalu ingin disorot kalau cantik, istimewa dan punya prestasi atau karier yang cemerlang. Sehingga bisa menjadi ratu yang tukang perintah. Menginginkan segala sesuatu dengan telunjuk tangan.

Padahal pahlawan nasional tidak sedikit dari kaum perempuan loh. Seperti R.A Kartini, wanita yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Sosok perempuan inspiratif yang menjadi pendorong wanita untuk sekolah dan memiliki keahlian seperti menjahit, bertenun dan lain-lain.

Malu dong sama wanita zaman dulu yang memiliki pandangan yang cerdas demi lahirnya peradaban yang lebih merdeka, berkembang dan tidak tertahan ideologinya. Sementara wanita zaman sekarang lebih sibuk dengan gaya konsumtif dan menunjuk barang yang diincar.

Berbicara tentang wanita sebagai lady boss, tidak selalu identik dengan hal yang mengatur dan dominan. Tetapi bagaimana perempuan bisa menjadi kunci keberhasilan rumah tangga itu sendiri. Terlebih masa pandemi ini membuat banyak perekonomian melemah. Sebagai wanita tentu tidak ingin dapur berhenti mengepul. Ketika suami sudah berhenti dari kerjaan dan belum menemukan alternatif pengganti.

Saya terinspirasi sebuah ide menjual produk UMKM yang jarang ada di kota kami. Produk ini memang favorit saya selama di kota asal saya. Tetapi ketika ikut suami ke kota seberang. Saya sulit menemukan makanan ini, muncul inisiasi membuat sendiri. Awalnya hanya berbekal kreativitas dan inovasi. Ternyata produk samosa saya diminati oleh banyak kalangan. Mulai dari anak-anak sampai dewasa.

 

Menjalankan Usaha dari Rumah

ibu kerja dari rumah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/sutlafk

Lantas mulai memproduksi makanan samosa yang merupakan makanan khas Timur-Tengah. Usaha ini dimulai dari nekad dan dorongan keras untuk mulai berwirausaha. Penjualan di kota saya kurang laku, akhirnya saya jual di tempat asal. Berbagai feedback bermunculan, tidak diam—saya menjual secara online.

Bersyukur satu-dua-tiga bahkan pesanan banyak dan pesanan ulang diterima. Dalam waktu satu bulan saya berhasil menjual lebih dari perkiraan. Omset bisa setengah dari modal. Sungguh, usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

Di balik hasil yang membuat mata saya berkaca-kaca, terharu. Semua tidak lepas dari dukungan suami dan keluarga. Ide dan konsep penjualan maupun packaging memang saya mengatur, begitu juga pemilihan bahan, dan mengolah juga dilakukan sendiri. Karena untuk merekrut karyawan saya masih belum mampu.

Jadilah, siang untuk proses mengolah malam untuk packaging. Memang kurang tidur, terlebih memiliki anak yang sangat aktif. Tetapi  di samping usaha bisnis yang saya kerjakan. Saya juga menimbah banyak ilmu secara online. Mulai  dari kelas online, webinar sampai mengikuti pelbagai perlombaan.

Hal ini dilakukan demi membantu perekonomian rumah tangga. Butuh ketenangan ketika mengalami kendala, agar tidak membuat pikiran makin berantakan.

Menjadi lady boss memang banyak yang dikorbankan seperti waktu istirahat. Namun ada kepuasan sendiri ketika wanita tidak hanya bisa mengurus keluarga namun bisa berkarier. Membantu kestabilan keuangan keluarga.

Lady boss bukan pemimpin yang harus selalu menunjuk-nunjuk. Menjadi wanita entrepreneur bisa dimulai dari keinginan yang kuat dan tujuan yang jelas. Membangun usaha rumahan tanpa meninggalkan tugas utama sebagai ibu dan istri. Butuh kepandaian mengatur waktu dan cara cepat menyelesaikan tugas harian yang tiada libur.

Mejadi perempuan lady boss itu penting, kita bisa menjadi tuan untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk banyak orang. Perempuan memang diberikan kodrat yang serba bisa. Sehingga wanita bukan hanya mengikuti keinginan hedonis, namun menghasilkan pundi-pundi rupiah demi membantu pertumbuhan ekonomi rumah tangga. Lebih mandiri dan berkontribusi banyak untuk negara. Mengurangi tingkat pengangguran dan bisa membantu pemasukan keluarga.

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓