Berbisnis Mainan Edukasi Anak, Sudah Berhasil Menjual 1.300 Produk dalam 4 Bulan

Endah Wijayanti26 Okt 2020, 13:35 WIB
Diperbarui 26 Okt 2020, 13:35 WIB
menjual mainan anak

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Novia Maulina

Pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Konsep new normal ini mewajibkan semua orang untuk menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan meminimalisir kegiatan di luar rumah, baik untuk bekerja maupun sekolah.

Sistem pembelajaran dilakukan dengan metode dalam jaringan (online), termasuk jenjang usia PAUD, Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Aku menangkap peluang ini, masa pandemi menjadi momen yang sangat tepat untuk menghadirkan mainan edukasi sebagai media permainan sekaligus pembelajaran di rumah. Tentunya bagi anak-anak di masa golden age-nya. Untuk itu, aku memberanikan diri mendirikan bisnis Funlearning_id sebagai terobosan inovasi usaha online di bidang mainan edukasi anak-anak, khususnya usia 1-7 tahun.

Dengan membawa konsep “When Fun Meets Learning” yang artinya bermain itu bisa sambil belajar, harapanku mainan tersebut bisa menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan nilai bonding-playing-learning antara anak dan orang tua di masa golden age anak-anak.

Ide produk-produk yang aku jual tentunya berasal dari pengalaman pribadi dan aktivitas sehari-hariku membersamai anak-anak di rumah. Kebetulan, profesi utamaku adalah dosen di salah sebuah perguruan tinggi negeri, jadi aku memiliki fleksibilitas waktu yang cukup tinggi, mengajar sekaligus membersamai anak di rumah saja.

Anak-anak adalah sumber inspirasiku, dari mereka lah ide-ide produk usaha online-ku berkembang. Produk-produk yang aku produksi juga sangat memperhatikan kualitas, konsep ramah anak, mudah digunakan, aman, dan harganya terjangkau.

Menebar Lebih Banyak Manfaat

mainan edukasi
Mainan edukasi./Copyright Novia Maulina

Produk mainan edukasi yang aku tawarkan terdiri dari permainan sensory play yaitu bermain dengan pom-pom, waterbeads dan colored rice. Ada juga untuk motoric skill, yaitu engklek milenial yang dilengkapi dengan gaco akrilik. Selain itu untuk segi kognitif produk yang aku tawarkan adalah varian sorting & counting, menyortir warna dan berhitung.

Ada juga yang berupa produk berbahan dasar flanel dengan ornamen-ornamen detail yang menyerupai obyek asli, sebagai contoh permainan burger sequence, pizza math activity, jajanan pasar tradisional, isi piringku, flanel fishing toys, solar system hingga miniatur organ tubuh manusia. Semua permainan dilengkapi dengan taskcard dan instruction sehingga memudahkan orang tua untuk mengajak anak-anak bermain dengan cara close ended play (permainan sesuai taskcard) atau dengan open ended play (bermain bebas).

Setelah berjalan kurang lebih 4 bulan, ternyata respons masyarakat sangat positif, terbukti dengan jumlah produkku sudah terjual mencapai 1.300 produk, baik penjualan di Indonesia maupun luar negeri. Bahkan sampai masuk peliputan di website berita online dan siaran langsung di acara talkshow sebagai bintang tamu di stasiun TV lokal.

Animo masyarakat yang begitu tinggi membuatku semakin semangat untuk terus memajukan usaha ini. Apalagi aku tidak bekerja sendiri, ada tim di belakang layar. Untuk produk-produk berbahan flanel, ada tangan kreatif dari ibu-ibu penjahit, hal tersebut menjadikan sebuah wadah dan peluang bagi ibu-ibu di sekitar rumah agar tetap produktif di masa pandemi ini.

 Last but not least, bagiku bisnis yang berhasil tidak hanya dilihat dari seberapa besar jumlah keuntungan atau profit yang dihasilkan, melainkan bagaimana bisnis tersebut bisa memberikan manfaat untuk orang banyak. Untuk keluargaku, usaha mainan edukasi ini menjadi jalan pintas agar aku tetap bisa berbisnis sambil membersamai anak. Karena produk yang aku jual merupakan hasil ide dari menemani mereka dan akan menjadi obyek bermain anak-anak di rumah.

Untuk lingkungan, aku berusaha mengajak kerja sama berbagai pihak, khususnya ibu-ibu stay at home mom agar lebih produktif walau hanya di rumah saja. Semoga kita semua bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar kita. Aamiin.

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓