Lewat Akun TikTok, Seorang Guru Jelaskan Alasan Tak Lagi Berikan Pekerjan Rumah untuk Muridnya

Nabila Mecadinisa28 Okt 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 28 Okt 2020, 17:00 WIB
Courtney White

Fimela.com, Jakarta Mengemban proses belajar di sekolah tentu dialami semua orang. Selain proses belajar yang dijalani di sekolah, biasanya ada tugas yang harus dikerjakan para murid di rumah. Namun nyatanya, hal ini tidak lagi dilakukan oleh seorang guru asal Texas.

Courtney White, seorang guru dari Alvarado High School, Texas, memiliki akun TikTok dengan pengikut yang cukup banyak, yakni 500k follower. sosok nya menjadi kontroversi berkat keputusannya yang dinilai tidak mendidik. Ia tak lagi memberikan tugas rumah kepada para muridnya.

Menurutnya, para remaja di masa covid-19 harus menghadapi situasi yang lebih berat dan sulit. Oleh sebab itu, ia berkomitmen untuk membantu muridnya untuk mengurangi stres dengan tidak memberikan pekerjaan rumah.

Mengumumkan alasannya lewat akun TikTok

Courtney White
Walau banyak ditentang, namun ia memiliki alasan tersendiri di balik keputusannya. (Foto: Boredpanda)

Ia pun mengunggah keputusannya pada akun TikTok miliknya. Walau tidak semua mendukung cara ia mengajar, namun ia benar-benar menjelaskan filosofi sesungguhnya di balik keputusannya tersebut.

Ia menyatakan jika "Tidak da bukti yang menjelaskan jika tugas rumah bisa membuat seorang anak lebih baik di kelasnya. Aku menghargai waktu mereka di luar kelas, mereka telah belajar sepanjang hari, dan yang mereka butuhkan adalah waktu untuk beristirahat di rumah setelah hari yang panjang." Ungkapnya.

Menurutnya banyak murid yang setelah sekolah masih harus mengurus anggota keluarganya karena orangtuanya bekerja. Atau ada juga yang harus menyiapkan makan malam, dan hal-hal lainnya.

Jadi, jika ada tugas tambahan, tentu akan membuat merek semakin tidak memiliki waktu untuk melakukan kegiatan lainnya. Seperti mengembangkan kemampuan sosial yang sangat dibutuhkan dalam hidup.

Pernyataannya ini juga mendapat sorotan dari Good Morning America. Bahkan ia tetap konsisten dengan filosofinya dengan maksud ingin mengurangi tekanan dan stres yang dialami para muridnya.

Lanjutkan Membaca ↓