BERANI BERUBAH: Pandemi Corona Dorong MADER Lebarkan Sayap dengan Meluncurkan MADER Home

Karla Farhana27 Okt 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 27 Okt 2020, 12:00 WIB
[FIMELA] Melissa founder MADER

Fimela.com, Jakarta Peran baru membuat banyak orang-orang kreatif melahirkan ide-ide cemerlang untuk berbisnis. Bagi Melissa, peran sebagai ibu baru membuahkan sebuah ide bisnis untuk membuat sebuah brand clothing khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Saat usia anak pertamanya masih 1 tahun, Melissa dan sang suami melahirkan MADER pada 2015. 

Setahun berjalan dengan lancar, brand yang namanya diambil dari kata Mother ini kemudian mengembangkan bisnisnya untuk membuat footwear khusus untuk perempuan di tahun 2016. Ide ini dimulai dari sepasang prototype yang ternyata menyita banyak perhatian sahabat terdekat. 

Melissa kemudian mencoba untuk memasarkan footwear hasil karyanya kepada teman-teman terdekat. Tak disangka, usahanya kali ini juga mendapat respin yang baik. Kelahirkan footwear laris manis ini akhirnya mendorong berdirinya PT Moda Dinamika Rupa (PT PDR) di belakang brand MADER. 

Dalam waktu yang cukup singkat, MADER berhasil merilis sederet footwear lokal yang memiliki desain unik dan kualitas papan atas. Mulai dari flat sandals, leather shoes, unisex sandal, totebag, hingga masker bahan keluaran MADER sukses eksis di antara banyaknya brand lokal. Hingga kini, sudah lebih dari 300 SKU yang sudah dirilis MADER. 

Kesuksesan MADER sebenarnya bukan tanpa rintangan. Menurut Melissa, setiap fase membangun brand pasti akan mendapat tatangan. Begitu juga MADER yang tentu saja menemui berbagai rintangan dalam pertumbuhannya. 

"Setiap fase dalam membangun sebuah brand pastinya ada saja tantangannya. Mulai dari desain dan produksi, mengelola human resources, sampai menjaga kualitas dan customeer relation. Ini juga yang selalu menjadi fokus kita untuk terus berkembang," ungkapnya kepada Fimela. 

Di tengah maraknya brand footwear lokal, MADER berupaya untuk tetap eksis dengan menonjolkan kualitas dan karakternya. Melissa dan sang suami memiliki latar belakang desain grafis yang menjadi akar karakter serta value MADER yang unik. 

"Let the product speaks for itself. Setiap brand pastinya harus memiliki karakter dan value yang unik. Kami berdua berlatar belakang desain grafis, mungkin background inilah yang membedakan MADERW yang lainnya. Konsep pattern unik dengan sentuhan bold statement dari material kulit, aksesoris buatan tangan, metal buckel, dan outsole yang nyaman," ungkapnya. 

Di tengah pandemi ini, MADER bukan hanya fokus untuk mempertahankan kesuksesan bisnisnya, tetapi juga berusaha untuk menumbuhkan harapan bagi masyarakat Indonesia yang hingga kini masih berjuang melawan pandemi Corona. Untuk itu, MADER menggandeng K.A.L.A Studio untuk meluncurkan koleksi spring/summer 2021, Eufloria, dengan 4 pattern floral uik yang didesain khusus.

"Keempat pattern ini merupakan sebuah simbol harapan di tengah situasi global yang sedang menghadapi pandemi. Kamu berharap bisa menyebarkan energi positif dan berbagi keceriaan dengan koleksi ini," jelasnya. 

Lebarkan Sayap Lewat MADER Home di Tengah Pandemi Corona

[FIMELA] Melissa founder MADER
Pandemi Corona membuat MADER melebarkan sayap bisnisnya dan melahirkan MADER Home, sebuah sister brand yang menggeluti bidang tanaman hias dan dekorasi rumah modern.

Kesuksesan MADER ternyata melahirkan beberapa sister brand dalam beberapa tahun belakangan, seperti @bymader (Bespoke/ wedding shoes), @pesisirofficial (Unisex leisure wear), @jinjingstore_ (reusable bag) dan MADER HOME, sebuah sister brand terbaru yang berdiri pada tahun 2020. 

Berawal dari hobi merawat tanaman yang ditularkan ibu mertanya, Melissa dan sang suami akhirnya menjadikan hobi baru di tengah pandemi ini sebagai line business MADER yang baru. Terletak di lantai 1 kantor dan warehouse MADER, Melissa dan sang suami membuka MADER Home yang usianya masih beberapa bulan. 

Hobi merawat tanaman hias ini memang baru dia geluti sejak sebelum pandemi ini terjadi. Namun, pandemi yang membuat keluarga Melissa lebih banyak menghabiskan waktu di rumah mendorong Melissa mantap untuk melahirkan bisnis barunya tersebut. Tren tanaman bermotif variegata dan kepopuleran Philodendron serta Monstera menjadi angin segar bagi pertumbuhan MADER Home. 

Tidak hanya menyediakan tanaman hias, MADER Home juga menyediakan dekorasi dan aksesoris yang siap dipajang. Kini, MADER Home sedang fokus untuk pengembangbiakan tanaman-tanaman hias lainnya. 

"Pandemi ini sebetulnya mengajarkan kita banyak hal baru, sekali lagi yang ingin kami sampaikan adalah semangat dan energi positif, semoga bisa menginspirasi teman-teman yang ingin memulai bisnis di tengah pandemi dan tentunya yang mau mempercantik rumahnya dengan MADER Home," ungkap Melissa. 

Meski COVID-19 belum juga usai, MADER Home sudah memiliki jadwal dan rencana yang padat hingga pertengahan tahun 2021. Pihaknya usdah menyiapkan berbagai koleksi baru dari pertengahan tahun 2020 ini. Selain itu, Melissa juga berharap, MADER Home yang usianya masih satu bulan ini dpat diterima teman-teman. 

"Harapan besarnya semoga pandemi ini cepat berakhir, supaya kita bisa bikin pop up event yang seru lagi, travelling pastinya, ketemu orang-orang, belajar hal baru, stay creative, positive thinking dan sehat selalu. Amienn!"

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by