Sukses

Lifestyle

Berjualan Kue Bolu Tape Membuatku Menjadi Seorang Super Lady Boss

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kami buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Widya

Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa bagiku. Hidupku serasa naik roller coster. Di awal tahun aku bercerai, tidak lama setelah perceraianku, papaku terkena stroke. Menjelang pertengahan tahun mamaku harus menjalani operasi mata, karena kondisi kedua matanya memang sudah tidak bisa melihat jelas. Kehidupanku setelah perceraian benar-benar terpuruk sekali.

Selama 12 tahun pernikahan aku sudah tidak bekerja lagi. Hidupku tercurah untuk mengurus suami dan anak. Ditambah memang aku tidak meminta harta gono-gini dari mantan suami, otomatis membuat keadaan ekonomiku terjun sebebas-bebasnya. Berbulan-bulan aku hidup dalam kesedihan dan penyesalan. Andai waktu itu aku mendengarkan saran orang tuaku yang meminta aku untuk tetap bekerja, pasti kondisinya tidak akan seperti ini. Tapi memang penyesalan selalu datang diakhir.

Triggernya adalah ketika Mama harus menjalani operasi mata secepatnya. Kondisi pendemi membuat rumah sakit rujukan tidak menerima pasien umum, mengharuskan mama operasi di rumah sakit swasta. Di situlah aku merasa menjadi anak yang tidak ada gunanya. Di saat usia orang tua sudah sepuh seperti ini, harusnya aku sebagai anak yang mengurus mereka. Karena tindakan dilakukan di RS swasta, biaya dibayar mandiri. Saat itu, hatiku rasanya hancur sekali. Jangankan tabungan, untuk makan sehari-hari saja istilahnya numpang dengan orangtua. Bukannya aku tidak usaha, puluhan lamaran pekerjaan sudah aku kirim, namun satupun panggilan tidak ada. Aku sadar dengan kondisi usia sudah kepala 4 dan sudah lama juga tidak bekerja pasti sulit mendapatkan pekerjaan.

Dukungan Orangtua Memudahkan Langkahku

Singkat cerita, operasi mama berhasil. Seminggu pasca operasi Mama sudah di perbolehkan pulang. Ketika sudah sampai rumah, aku mengajak mama papa berbicara. Aku meminta ijin mereka untuk mencoba usaha membuat kue. Karena sama sekali tidak punya uang, aku ijin untuk menggunakan dapur dan alat-alat masak mama untuk usahaku ini. Alhamdulillah mereka memberi ijin, mama mengijinkan aku memakai resep kuenya dan papa memberikan aku modal untuk membeli bahan –bahannya.

Kue yang aku buat itu adalah bolu tape. Tanpa menunda, esok harinya aku langsung belanja kebutuhan baking. Aku ingat betul, orderan pertamaku 8 loyang. Minggu pertama pesanan sebagian besar dari tetangga dan teman-teman dekat. Namun berjalan minggu kedua aku berfikir, harus cari cara lain agar orderan tetap ada. Karena tidak mungkin aku terus-menerus menawarkan ke orang-orang yang sama. Akhirnya mulailah aku belajar promosi via sosmed yaitu Instagram dan aku juga ”titip” jualan ke warung-warung dan lapak-lapak jualan kue sekitaran. Awalnya kue yang aku jual dalam bentuk loyang besar, tapi khusus yang dititip ke warung/lapak kue aku buat dalam bentuk cup, agar harganya lebih terjangkau.

Tanpa disangka, pelanggan malah lebih suka dengan packing cup. Karena lebih murah, sekali makan langsung habis dan ekonomis untuk dibawa sebagai cemilan. Permintaan terus bertambah. Resep pun ku modifikasi dengan Varian Yang bermacam - macam. Perjalanan tiga ini, alhamdulillah omset terus meningkat. Perhari minimal 250 cup pesanan yang aku buat. Orderan pun sampai harus dibatasi karena aku kerjakan sendiri. Semua ini di luar ekspektasiku. Dari usahaku ini, sekarang aku bisa menabung, membiayai kebutuhan keluarga, minimal tidak jadi beban orangtua lagi.

Suka dukanya banyak, tapi aku ambil semua sisi positif. Aku anggap ini semua proses yang harus aku jalani dengan ikhlas. Aku enjoy menjalani kehidupanku sekarang, di saat pendemi seperti ini bersyukur Allah SWT masih memberikan rezeki yang halal untukku dan keluarga. Dulu banget, di kepalaku kalau kerja ya harus kantoran. Bisnis itu susah, butuh modal juga. Tapi sekarang mindsetku berubah sekali, dengan bekerja dari rumah ternyata bisa. Niatnya dulu di awal yang harus “bener” dan “action”!.

Tanpa tindakan, semua percuma. Jangan takut untuk berani melangkah karena kalau tidak, kita tidak akan pernah tahu apakah langkah yang kita ambil ini salah, benar atau gagal. Kalau salah atau gagal tinggal perbaiki lagi. Bersyukurnya dengan kondisi saat ini adalah dengan pekerjaanku sekarang tetap bisa menjaga kedua orang tuaku dan mendampingi anakku selama sekolah daring ini. Usaha yang aku jalani ini sangat fleksible dari segi waktu dan tempat. Semua keputusan aku yang ambil tanpa perlu persetujuan dari orang lain. Layaknya seorang Boss…Yup! I’m A Lady Boss at Home…and I’m really proud of my job.

#ChangeMaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading