Rinduku untuk Ibu di Surga, Cintamu Selalu Ada dalam Hidupku

Endah Wijayanti19 Nov 2020, 11:20 WIB
Diperbarui 19 Nov 2020, 15:41 WIB
rindu ibu surga

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Nilam Siti Nur Kholifah

Seorang ibu adalah wanita tangguh yang berada di balik kesuksesan kehidupan anaknya. Dari sejak aku kecil hingga dewasa, ibu yang kupanggil umi adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa berhati malaikat walaupun tanpa sayap yang selalu menggenggam erat tanganku hingga beliau menutup mata.

Teringat ibu yang sejak kecil menemaniku apalagi saat aku sekolah dasar ketika maut hampir menemuiku saat aku jatuh ke sumur. Saat itu aku berteriak memanggil namanya yang seketika datang mencari bantuan untuk menolongku. Pernah pula ketika aku kecil saat terjatuh dari sepeda dan tidak bisa berjalan selama dua bulan, ibu selalu merawat dan menemaniku.

Ketika aku sakit saat kuliah, ibu mendampingiku menjalani perawatan. Ibu selalu siaga walaupun saat aku tidur terlelap ibu tetap terjaga. Ibu yang selalu bahagia saat aku mendapat nilai bagus di sekolah dan selalu membela jika ada teman yang nakal dan buruk kepadaku.

 

Semoga Ibu Bahagia

umi di surga
Untuk Umi tercinta./Copyright Nilam Siti Nur Kholifah

Ibu yang usianya terpaut jauh denganku yang orang lain selalu menganggap kami nenek dan cucu tetapi ibu selalu penuhi semua permintaanku selalu membimbing dan mendukung aku baik bidang pendidikan ataupun kehidupan. Tetapi setelah aku wisuda beliau harus pergi untuk selamanya dan aku belum sempat bisa membahagiakannya walaupun aku tahu beliau sudah cukup bahagia dengan prestasiku di sekolah tetapi terkadang aku iri dengan teman yang ketika gajian tiba bisa pergi dengan ibunya.

Aku selalu merindukan masakannya, canda tawanya, senyumannya dan menghabiskan waktu jalan-jalan bersamanya. Aku selalu berharap ibu hadir di setiap mimpi dalam tidurku dan ketika aku rindu terkadang aku pergi ke laut tempat waktu kecil ibuku mengajak pergi berlibur untuk melepas kerinduan memori tentangnya dan dalam doaku selalu menyertainya.

Kami memang sudah berbeda dunia tetapi walaupun beliau sudah tidak ada di dunia beliau akan selalu ada di hatiku menemani setiap langkah perjalanan hidupku. Terima kasihku untuk ibu dan aku akan selalu mencintai juga menyayangimu sampai waktu tiba kita bertemu dan berkumpul kembali bersama. Semoga bunda disayang Allah.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓