Terima Kasih dan Maafku pada Ibu Mertua setelah Perceraianku dengan Putranya

Endah Wijayanti20 Nov 2020, 13:05 WIB
Diperbarui 20 Nov 2020, 13:59 WIB
cinta ibu mertua

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Delissa

Jika ada yang mengatakan hubungan ibu mertua dan menantu perempuannya selalu drama, mungkin sedikit berbeda denganku. Aku dan ibu mertuaku cukup dekat, bahkan melebihi kedekatanku dengan ibuku sendiri. Aku dekat dengan beliau jauh sebelum aku dan mantan suamiku menikah.

Ibu mertua adalah sosok yang paling bahagia ketika mendengar bahwa aku dan mantan suami memutuskan menikah. Sekaligus yang paling terluka saat akhirnya aku dan mantan suami memutuskan berpisah. Bukan bersedih, lebih kecewa mengapa aku memutuskan mengambil langkah ini.

"Maafkan, Delissa, Ma."

Ibu mertua juga yang berkali-kali menguatkan. Menikah bukan tentang punya anak atau tidak. Beliau juga yang menenangkan bahwa cinta pun bisa tumbuh karena terbiasa. Tapi, akhirnya aku dan mantan suami menyerah dan memilih berpisah.

Bahagia Pernah Memiliki Ibu Mertua Sepertinya

kisah perceraian
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@sweeticecreamwedding

Beliau menemaniku saat mengurus proses perceraian. Berkali-kali meminta maaf. Membuatku menyandang status janda karena berpisah dengan anaknya. Memelukku erat saat aku meminta izin untuk berpisah dengan mantan suami.

Ibu mertuaku paling mengerti mengapa akhirnya aku memutuskan mengajukan cerai kepada mantan suami. Ya, aku bercerita kepada beliau. Betapa aku merasa kesepian dan merasa tidak adil dengannya karena menahannya untuk menemukan cinta yang sebenarnya.

Aku tahu ibu mertuaku kecewa. Aku tahu beliau menangis saat berusaha menenangkanku dan menguatkanku. Mengingat ibu mertua selalu mendukungku rasanya tidak adil begitu mengecewakan beliau dengan perpisahanku dan mantan suami. Berkali-kali mencoba bertahan ternyata tetap kalah juga.

Jika Tuhan memberi kesempatan kehidupan kedua lagi, aku ingin menjadi menantunya lagi. Menyenangkan dan aku begitu dihargai.

"Terima kasih Ma, telah mendidik Mas sehingga menjadi pria yang tangguh dan bertanggung jawab dan membuatku bangga pernah bersanding dengannya. Terima kasih, sudah menerima Delissa, dan maaf sudah membuat mama kecewa."

Salam, Delissa.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓