Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Pembentuknya

Kezia Prasetya Christvidya21 Nov 2020, 08:45 WIB
Diperbarui 21 Nov 2020, 08:45 WIB
integrasi nasional-kezo

Fimela.com, Jakarta Secara umum, integrasi nasional adalah penyatuan suatu bangsa, agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, integrasi nasional adalah sebuah pembauran bangsa yang menjadi bulat.

Menurut pengertian secara politis, integrasi nasional adalah sebuah penyatuan berbagai kelompok budaya dan kelompok sosial, yang berada di dalam suatu wilayah nasional dengan membentuk suatu indentitas nasional.

Sedangkan pengertian integrasi nasional menurut antropologi, integrasi nasional adalah sebuah proses penyesuaian dengan menyatukan unsur kebudayaan yang berbeda, agar mencapai suatu keselarasan di dalam kehidupan masyarakat.

Tentu saja dalam menjalankan integrasi nasional, terdapat faktor pembentuk dan faktor penghambat. Berikut penjelasannya, yang dilansir dari Bola.com:

Konsep Integrasi dan Syarat Integrasi

ilustrasi Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Faktor Pembentuknya/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Faktor Pembentuknya/Andrea Piacquadio/pexels

Dalam menjalankan integrasi nasional, ada sebuah konsep yang harus dijalankan dan ada beberapa syarat yang harus dilakukan, agar integrasi nasional berjalan dengan baik. Berikut penjelasan tentang konsep integrasi dan syarat integrasi:

Konsep Integrasi

Ada dua konsep integrasi nasional, yaitu konsep secara vertikal dan konsep secara horizontal. Konsep yang dijalankan secara vertikal ini, mencakup tentang cara mempersatukan rakyat dengan pemerintah, serta pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Sedangkan konsep integrasi secara horizontal adalah cara menyatukan masyarakat yang memiliki jati diri golongan, agama, etnis dan lain-lain yang berbeda, untuk membangun sebuah identitas kebangsaan yang sama. 

Syarat Integrasi Nasional

Agar integrasi nasional berjalan lebih baik, ada beberapa syarat yang harus dijalankan, seperti anggota masyarakat yang bisa mengisi kebutuhan, adanya kesepakatan mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan untuk menjadi sebuah pedoman, serta menjadikan aturan pasti untuk melakukan integrasi nasional.

Faktor Pembentuk Integrasi Nasional

ilustrasi Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Faktor Pembentuknya/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Faktor Pembentuknya/Andrea Piacquadio/pexels

Integrasi nasional dapat terbentuk karena adanya beberapa faktor yang mepengaruhi, yaitu faktor senasib, keinginan untuk bersatu, rasa cinta tanah air, ada wujud ideologi nasional, ada budaya gotong royong dan antisipasi ancaman asing. Berikut penjelasannya:

1. Faktor Senasib dan Seperjuangan

Faktor utama untuk menjalankan integrasi nasional adalah adanya perasaan senasib dan seperjuangan. Faktor ini dijalankan negara Indonesia seperti pada saat mengusir penjajah. Masyarakat bersatu tanpa mempedulikan suku, agama, ras dan golongan.

2. Faktor Keinginan untuk Bersatu

Faktor keinginan untuk bersatu ini juga sangat penting untuk menjalankan integrasi nasional. Karena adanya keinginana Warga Indonesia yang bersatu untuk memperjuangkan negara Indonesia, demi mewujudkan cita-cita nasional.

3. Faktor Rasa Cinta Tanah Air

Rasa cinta tanah air yang kuat sangat berpengaruh untuk menegakkan, mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sehingga integrasi nasional dapat terbentuk secara baik.

4. Wujud Ideologi Nasional

Wujud ideologi nasional yang diterapkan untuk mempengaruhi pembentukan faktor integrasi nasional, yaitu ideologi Pancasila yang memiliki nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

5. Budaya Gotong Royong

Budaya gotong royong adalah budaya yang menjadi ciri kepribadian bangsa Indonesia, yang masih dijalankan dari waktu ke waktu. Faktor gotong royong ini menjadi faktor pembentuk integrasi nasional berjalan sesuai dengan konsep dan syarat yang ada.

6. Antisipasi Ancaman Asing

Adanya persatuan masyarakat dalam integrasi nasional ini, bisa mengantisipasi adanya ancaman asing yang membahayakan negara. Seperti perebutan wilayah Indonesia.

Faktor Penghambat Integrasi Nasional

ilustrasi Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Faktor Pembentuknya/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Faktor Pembentuknya/Andrea Piacquadio/pexels

Selain ada faktor pembentuk integrasi nasional, tentu saja ada faktor penghambat adanya integrasi nasional, yaitu adanya masyarakat yang beraneka ragam, wilayah Indonesia yang luas, ada paham etnosentrisme, pembangunan tidak rata dan adanya budaya asli yang tergerus. Berikut penjelasan tentang faktor penghambat integrasi nasional:

1. Faktor Masyarakat yang Beraneka Ragam

Adanya masyarakat Indonesia yang terdiri dari kelompok suku, agama, ras dan golongan yang beraneka ragam, membuat penghambat adanya integrasi nasional.

2. Faktor Wilayah Indonesia yang Luas

Faktor luasnya wilayah Indonesia, bisa menjadi penghambat adanya integrasi nasional. Karena negara Indonesia terdiri dari pulau yang jumlahnya lebih dari 17ribu pulau dan dipisahkan oleh lautan yang luas.

3. Adanya Paham Etnosentrisme

Paham etnosentrisme adalah paham fanatisme suatu suku bangsa, yang beranggapan kebudayaan yang dianut lebih baik dari budaya lainnya. Hal ini bisa menghambat integrasi nasional.

4. Pembangunan yang Tidak Rata

Karena wilayah Indonesia terlalu luas, sehingga ada pembangunan yang tidak rata. Integrasi nasional menjadi terhambat untuk dijalani. Sebagai contoh, pulau Jawa dan Indonesia bagian barat lebih maju daripada wilayah bagian timur.

5. Adanya Budaya Asli yang Tergerus

Adanya kelemahan nilai budaya bangsa karena budaya asli tergerus, bisa menjadi faktor penghambat integrasi nasional. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓