Memahami Kondisi Paling Rentan Kamu Terinfeksi COVID-19

Annissa Wulan23 Nov 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 23 Nov 2020, 17:30 WIB
Ilustrasi flu

Fimela.com, Jakarta Seseorang dengan COVID-19 kemungkinan besar sangat menular dalam 5 hari pertama setelah mereka mengembangkan gejala. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet juga menunjukkan individu tanpa gejala dapat membersihkan virus lebih cepat dari tubuh mereka dan mungkin menular dalam waktu yang lebih singkat.

Para peneliti membandingkan temuan mereka tentang COVID-19 dengan 2 jenis virus Corona lainnya untuk lebih memahami mengapa COVID-19 menyebar begitu cepat. Mereka menemukan bahwa SARS-CoV-2 atau virus yang menyebabkan COVID-19 memuncak di saluran pernapasan bagian atas pada awal perjalanan penyakit, antara timbulnya gejala dan hari kelima.

Ini penting, karena virus di saluran pernapasan bagian atas dianggap sebagai sumber utama penularan. Sebagai perbandingan, untuk 2 jenis virus Corona lainnya, selain penyebab COVID-19, memuncak kemudian, masing-masing pada 10 sampai 14 hari dan 7 sampai 10 hari, memberikan lebih banyak waktu untuk mengenali gejala dan karantina.

 

Penyebaran virus Corona

Ilustrasi flu
Ilustrasi flu. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Sebagian besar peristiwa penularan virus terjadi sangat awal dan terutama dalam 5 hari pertama setelah timbulnya gejala, yang menunjukkan pentingnya isolasi diri segera setelah gejala dimulai. Semua orang juga harus meningkatkan kesadaran masing-masing tentang berbagai gejala yang terkait dengan penyakit, termasuk gejala ringan yang mungkin terjadi lebih awal selama infeksi, dibandingkan gejala yang lebih menonjol, seperti batuk atau demam.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan gejala COVID-19 dari WHO, yaitu demam, batuk kering, dan kelelahan. Ada juga beberapa gejala yang kurang umum, yaitu sakit dan nyeri, sakit tenggorokan, diare, konjungtivitis, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, dan ruam pada kulit.

Adapun beberapa gejala serius dari COVID-19 adalah kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri atau tekanan pada area dada, dan kehilangan kemampuan bicara atau gerakan. Penelitian lebih lanjut tentang penyebaran virus menular pada orang tanpa gejala akan diperlukan sebelum perubahan kebijakan tentang durasi karantina dapat dipertimbangkan. Bagaimana menurutmu?

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓