Studi Sebut Diet Keto adalah Diet Terburuk di 2020, Mengapa Demikian?

Vinsensia Dianawanti24 Nov 2020, 09:30 WIB
Diperbarui 24 Nov 2020, 09:30 WIB
diet keto

Fimela.com, Jakarta Diet keto menjadi cukup populer sebagai salah satu jenis diet sehat untuk menurunkan berat badan. Diet keto merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang dapat membantu meningkatkan kesehatan seseorang.

Menurut penelitian, diet keto memiliki manfaat untuk melawan diabetes, kanker, epilepsi dan penyakit alzheimer. Diet keto melibatkan pengurangan asupan karbohidrat secara drastis dan menggantikannya dengan lemak, yang membuat tubuh berada dalam keadaan metabolisme yang disebut ketosis.

Ketika ketosis terjadi tubuh akan menjadi sangat efisien dalam membakar lemak untuk energi. Ini juga mengubah lemak menjadi keton di hati yang dapat memasok energi untuk otak. Di saat yang sama, ia dapat menurunkan kadar gula darah dan insulin yang tinggi.

Efektivitas diet keto ini untuk menurunkan berat badan tergantung dari tubuh dan kesehatan masing-masing individu. Itu dapat berbeda dari satu orang ke orang lainnya.

 

Bisa terjadi flu keto

diet keto
ilustrasi sayur/Photo by Sara Dubler on Unsplash

Menurut sebuah studi yang mengeksplorasi semua diet populer, diet keto masuk ke dalam terdaftar di Diet Terburuk 2020. Studi tersebut mengatakan meski diet keto dianggap sebagai salah satu diet paling efektif untuk diikuti. Diet ini bersifat restriktif dan tidak berkelanjutan.

Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak seperti diet keto ini diadopsi oleh orang-orang untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Diet ini mengharuskan kamu untuk berhenti mengonsumsi biji-bijian dan pati, buah-buahan, dan umbi-umbian sehingga menyebabkan sesuatu yang disebut flu keto.

Flu keto ini menyebabkan energi dan fungsi mental yang rendah, rasa lapar yang meningkat, masalah tidur, mual, ketidaknyamanan pencernaan, dan penurunan kinerja olahraga.

Dilihat dari penelitian yang dilakukan, manfaat diet keto ini tidak universal dan mengacu pada kondisi kesehatan secara spesifik. Meskipun diet keto bisa menurunkan berat badan dan menurunkan gula garah, pada banyak kasus kenaikan berat badan dapat kembali.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓