Ciri-Ciri Komet, Bagian dan Jenisnya yang Perlu Diketahui

Kezia Prasetya Christvidya24 Nov 2020, 06:13 WIB
Diperbarui 24 Nov 2020, 11:28 WIB
komet-kezo

Fimela.com, Jakarta Benda luar angkasa yang terlihat bercahaya dan memiliki ekor bisa disebut dengan komet. Komet sering diartikan sebagai bintang berekor. Padahal cahaya yang terlihat dari komet tersebut, merupakan pancaran cahaya dari bintang di langit.

Komet memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan benda angkasa lainnya. Ciri-ciri komet dapat dilihat dari inti, koma, lapisan hidrogen dan ekornya.

Komet sering disamakan dengan asteroid. Padalah keduanya adalah hal yang berbeda. Bahkan komet sering kali disebut sebagai bintang jatuh. Berikut ciri-ciri komet, bagian dan isi komet yang harus diketahui, dilansir dari Liputan6.com:

Ciri-Ciri Komet

ilustrasi ciri-ciri komet/Sindre Strøm/pexels
ilustrasi ciri-ciri komet/Sindre Strøm/pexels

Komet berbeda dengan bintang. Komet adalah benda angkasa yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan ciri-ciri benda angkasa lainnya. Berikut ciri-ciri komet yang harus diketahui:

Bukan Bintang

Sering kali komet disamakan dengan bintang dan disering disebut sebagai bintang jatuh. Padahal sebenarnya komet tidak memiliki cahaya seperti bintang. Cahaya yang dipancarkan komet berasal dari pantulan cahaya bintang.

Memiliki Garis Edar Berbeda

Komet memilki garis edar yang tidak sejajar dan berbeda-beda. Garis edar komet berbentuk lonjong, parabolis dan hiperbolis.

Es dan Debu

Komet terbuat dari es dan debu, yang membeku ketika tidak berada di bawah sinar matahari. Tetapi saat komet berada di tengah mendekati matahari, komposisi komet menjadi menguap dan membentuk kepala gas dan ekor.

Mengorbit Matahari

Komet beredar mengorbit matahari. Saat komet menjauh dari matahari, ekor komet perlahan-lahan akan memendek. Jalur orbit komet berbeda dengan planet elips.

Ekor Panjang

Ciri-ciri komet yang paling terlihat adalah memiliki ekor panjang, sehingga komet sering disebut sebagai bintang jatuh. Panjang ekor komet bisa mencapai berapa juta kilometer.Semakin mendekat dengan matahari, ekor komet akan semakin memanjang dan tampak membujur, karena komponen komet menguap.

Terlihat Ketika Jauh dari Matahari

Komet dapat dilihat pada saat malam hari. Biasanya yang terlihat dari komet adalah inti dari komet, yang terbentuk dari karbon dioksida, metana, air dan bubuk beku.

Mirip Asteroid

Hampir mirip dengan asteroid, komet dan asteroid terbuat dari es dan batu, serta mengorbit mengelilingi matahari. Hanya saja bentuknya yang sedikit berbeda. Asteroid berbentuk bulat panjang dan berputar di balik matahari.

Bagian Komet

ilustrasi bagian komet/ Neale LaSalle/pexels
ilustrasi bagian komet/ Neale LaSalle/pexels

Komet memiliki beberapa bagian yang penting, yaitu inti, koma, hidrogen dan ekor. Berikut penjelasannya:

Inti

Bagian komet yang bisa terlihat saat jauh dari matahari adalah inti komet. Inti memiliki bentuk yang paling padat, karena terbuat dari penguapan bahan es. Inti ini bisa menguap dan menjadi bentuk gas yang tampak brilian.

Koma

Bagian komet yang selanjutnya adalah koma. Koma terbentuk dari kabut yang biasanya menutupi inti komet, karena inti komet tepapar pada uap.

Hidrogen

Pada bagian komet terdapat lapisan hidrogen. Lapisan ini mengelilingi koma, yang terbuat dari awan sangat tebal, dengan diameter mencapai 20 juta kilometer. Lapisan hidrogen ini tidak bisa dilihat mata manusia.

Ekor

Komet terkenal dengan sebutan ekor panjang. Bagian komet yang berbentuk ekor ini terbuat dari gas bercahaya, yang akan muncul pada saat mendekati maahari. Ekor ini terbentuk karena terbakar matahari, dan ukurannya bisa mencapai sepuluh kilometer.

Jenis Komet

ilustrasi jenis komet/Frank Cone/pexels
ilustrasi jenis komet/Frank Cone/pexels

Jenis komet dibagi menjadi dua jenis, yaitu komet berekor panjang dan komet berekor pendek. Berikut penjelasannya:

Komet Berekor Panjang

Komet berekor panjang adalah jenis komet yang memiliki garis lintasan jauh, yang garisnya melalui daerah yang sangat dingin. Sehingga komet ini bisa menyerap gas-gas yang ada di sekitarnya, dan pada saat mendekati matahari akan membentuk koma dan ekornya menjadi panjang.

Komet Berekor Pendek

Jenis komet yang kedua adalah komet berekor pendek. Komet ini memiliki garis lintas yang pendek, sehingga tidak banyak menyerap gas sekitar yang sedikit, serta ekor yang terbentuk tidak terlalu panjang.

Lanjutkan Membaca ↓