Jadwal Cuti bersama Desember 2020 Terancam Berkurang, Ini Alasan Jokowi

Anisha Saktian Putri24 Nov 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 24 Nov 2020, 11:30 WIB
Calender/dok. Unsplash Priscilla

Fimela.com, Jakarta Merujuk pada aturan terakhir libur panjang akhir tahun sebenarnya selama tujuh hari, ditambah Sabtu dan Minggu, total libur bisa mencapai 11 hari. Namun kini, libur tersebut pun terancam tidak terlaksana.

Hal tersebut dikarenakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar jatah libur panjang akhir tahun 2020 dikurangi. Namun, pemerintah belum memutuskan berapa jumlah jatah libur panjang yang akan dikurangi.

"Masalah libur, cuti bersama akhir tahun termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Firti, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," ujar Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy usai rapat bersama Presiden, Senin (23/11/2020) melansir Liputan6.com.

Sebelumnya, libur Natal dan Tahun Baru akan digabungkan dengan Cuti Bersama Idul Fitri yang digeser ke akhir tahun pada 28-31 Desember 2020. Libur Hari Raya Natal sendiri jatuh pada 24-25 Desember.

Namun, Jokowi memerintahkan agar ketentuan soal libur panjang akhir tahun dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi Kemenko PMK.

"Beliau memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko PMK dengan kementerian/lembaga terkait. Terutama, berkaitan masalah libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idul Fitri," tambahnya.

Demi Cegah Covid-19

2020/dok. Unsplash Kelly
2020/dok. Unsplash Kelly

Pemangkasan libur akhir tahun pun didasari angka positif Covid-19 akan meningkat ketika libur panjang. Inilah yang menjadi pembahasan khusu Presiden Jokowi.

Jokowi menyampaikan bahwa saat ini kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di angka 12,78 persen, lebih rendah dari rata-rata dunia sebesar 28,41%. Sementara, kesembuhan pasien Covid-19 berada di angka 84,03 persen dimana jauh lebih baik dari rata-rata dunia yakni, 69,20 persen.

"Strategi yang sejak awal kita sampaikan rem dan gas itu betul-betul diatur betul. Jangan sampai kendor dan juga memunculkan beresiko memunculkan gelombang yang kedua ini yang bisa membuat kita side back, mundur lagi," Jokowi saat memimpin rapat terbatas dari Istana Merdeka Jakarta, Senin.

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓