Meski Sudah Dewasa, Kita pun Masih Ingin Dimanja Ibu

Endah Wijayanti29 Nov 2020, 08:15 WIB
Diperbarui 29 Nov 2020, 08:15 WIB
ibu mertua jadi inspirasi

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Roudhotul Maghfiroh

Hai, perkenalkan aku anak sulung dari enam bersaudara. Aku terlahir dari ibu yang kuat tak tertandingi tapi terkadang ibu adalah seseorang yang "cengeng". Cengengnya ibu menguatkan aku. Dari cengengnya ibu aku bertekad untuk selalu membuatnya lebih cengeng. Maksudnya adalah membuatnya menangis bahagia melihat anak-anaknya sukses tumbuh dan menjadi anak anak yang mampu mengangkat derajat orangtua, khususnya ibu. 

Waktu cepat berlalu. Kini aku sudah mempunyai dua anak, cucu untuk ibuku. Kasih sayang kepada cucunya tak pernah berkurang, sama seperti yang ia berikan padaku waktu aku kecil. Terkadang aku juga sangat rindu dimanja oleh ibu, disuapi bareng adik-adik seperti dulu. Senangnya mengingat yang indah-indah bersama ibu dulu. 

Setelah tiga tahun menikah, rasa cinta dan rindu ini semakin besar. Karena aku harus ikut suami, semua tanggung jawab diambil alih oleh suami. Maksud hati ingin tinggal bersama orangtuaku. Mau dikata apa, setelah menikah memang surganya istri ada di rida suami.

Seminggu sekali, aku luapkan rasa rindu ini ke ibu dengan mengunjunginya bersama anak-anakku. Rasa cintanya tak pernah berubah, sama besarnya denganku. Meski terkadang bertemu hanya seminggu sekali, aku yakin ini yang membuat cinta dan rindu kita semakin kuat dan akan selalu ada. 

Cek Video di Bawah Ini

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓