Cinta di Atas Birokrasi, Kisah Seorang Perempuan yang Berhasil Menikahi Pasangannya dalam Penjara saat Pandemi

Annissa Wulan25 Nov 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 25 Nov 2020, 12:00 WIB
Chelsea Moore dan Chris

Fimela.com, Jakarta Di bulan Januari tahun ini, Chelsea Moore mencetak Formulir Departemen Pemasyarakatan: Permohonan Pernikahan untuk Pasangan yang Dituju. Sama seperti formulir resmi lainnya, formulir ini membutuhkan nama lengkap resmi dan tanggal ulang tahun pasangan yang sedang berada di dalam penjara.

Untuk nama lengkap resmi pasangan, tulisannya adalah 'Nama Pelanggar,' sedangkan untuk ulang tahun, Chelsea mengisinya dengan nomor DOC, hal yang dibawa oleh Chris, pasangan Chelsea sejak ia dipenjara di usia 12 tahun. Chelsea bermaksud untuk menikah dengan orang paling baik hati, kreatif, dan penuh kasih sayang, sekaligus sedang menjalani hukuman penjara di tahun ke 17 dari 45 tahun.

Agar dapat memperoleh akta nikah, Chelsea dan Chris harus melalui berbagai proses, seperti mengisi pernyataan dengan menjawab pertanyaan "Bagaimana perasaan Anda tentang menikahi seorang pelaku?" Setelah bersama dengan Chris dalam waktu yang cukup lama, Chelsea memahami bahwa istri dari seseorang yang sedang berada di dalam penjara akan dipandang dengan campuran keingintahuan yang tidak wajar dan rasa jijik secara langsung.

 

 

Pandangan yang dibentuk terhadap orang-orang di dalam penjara

Chelsea Moore dan Chris
Chelsea Moore dan Chris. Sumber foto: Document/Chelsea Moore.

Dengan kedok keselamatan dan keamanan, sistem peradilan pidana dibentuk untuk terus menerus memberitahu kita bahwa tahanan bukanlah manusia, narapidana tidak menyenangkan, narapidana bukanlah 'kita.' Melalui media dan pendidikan, semua orang secara berulang diberitahu bahwa orang-orang di penjara adalah monster, jadi jatuh cinta dengan salah satu dari mereka adalah narasi yang tidak umum.

Selain itu, sama seperti semua hal di dunia ini, COVID-19 juga telah mendatangkan malapetaka pada hak orang-orang yang dipenjara di Amerika Serikat. Upacara pernikahan penjara seharusnya berlangsung selama kunjungan, namun sejak pertengahan bulan Maret, kunjungan penjara telah ditangguhkan tanpa batas waktu.

Chelsea berusaha menanyakan kemungkinan menikah, walaupun harus dipisahkan oleh kaca di bilik kunjungan resmi atau secara virtual. Setelah melalui berbagai kendala birokrasi, Chelsea merasa lebih memahami Chris dari sifat, karakter, dan caranya ketika dihadapkan dengan masalah yang bermaksud untuk menghancurkannya.

Chelsea merasa lebih mengenal Chris saat dihadapkan pada kesulitan

Chelsea Moore
Chelsea Moore. Sumber foto: Document/Chelsea Moore.

Chelsea bisa merasakan kesabaran, kebaikan, dan kerentanan Chris yang sampai saat ini masih berada di penjara. Chelsea tidak merasa perlu tahu bagaimana Chris akan bereaksi terhadap antrian yang panjang di sebuah toko, karena ia menyaksikan Chris setiap hari hidup di bawah tekanan terus menerus dari sebuah institusi, ia merasa telah mengenal satu sama lain.

Butuh waktu 1 bulan sampai akhirnya Chelsea dan Chris bisa menikah dan mereka menikah pada tanggal 18 September 2020 lalu. Menurut Chelsea, cinta seharusnya dapat mengikis perbedaan apapun agar dapat menemukan jalan, bahkan birokrasi sekalipun.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓