Keguguran saat Hamil Anak Kedua, Seorang Ibu Jadi Tak Percaya Diri

Annissa Wulan27 Nov 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 27 Nov 2020, 20:30 WIB
[Fimela] ilustrasi ibu hamil

Fimela.com, Jakarta Kehamilan kedua Nicola Prentis berakhir dalam diam, tanpa ada tanda-tanda seperti yang dialami oleh Meghan Markle dalam artikel yang diterbitkan oleh New York Time baru-baru ini. Setidaknya, ada 20% perempuan yang mengalami tragedi keguguran.

Kehamilan Nicola tidak diketahui dalam waktu yang cukup lama, sampai pinggangnya menebal dan ibu mertuanya mencatat kenaikan berat badannya, serta keinginan Nicola untuk makan makanan tertentu. Sayangnya, kehamilan ini juga terasa tidak benar selama berhari-hari.

Entah bagaimana, Nicola merasa ada yang tidak beres dengan kehamilan yang dialaminya kali itu dan semua sudah terlambat. "Saya siap dengan kenyataan bahwa mungkin tidak ada apa-apa di dalam sana," kata Nicola kepada dokter kandungan yang ia temui dan menyampaikan kabar keguguran ini.

 

 

Nicola tampil kuat di hadapan orang lain saat tahu dirinya keguguran

Faktor Usia Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: unsplash.com/Camilla

Tidak ada yang bertanya, namun jika ada yang bertanya, Nicola akan menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. Ia tidak menangis saat itu, bahkan ketika USG di minggu ke 10 yang menunjukkan adanya gumpalan berubah bentuk menjadi pisang, saat ia mulai keguguran.

Empat hari kemudian, di rumah sakit, Nicola tetap tersenyum, walaupun ia harus melalui prosedur yang membuatnya merasa kram dan mual. Faktanya, Nicola memikirkan banyak hal.

Ia merasa sudah terlalu terlambat untuk memiliki anak, bahkan saat kehamilan pertamanya dulu. Namun, rasa penyesalan yang menyalahkan diri sendiri juga tidak bisa ia hindari.

Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, "Apakah ia merasa baik-baik saja karena ia tidak cukup menginginkan bayi itu? Atau lebih buruk lagi, ia telah melakukan sesuatu hingga harus mengalami keguguran?"

Nicola menyalahkan dirinya sendiri

Manfaat BPJS Bagi Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Leah

Di malam-malam setelah operasi, Nicola tidak bisa tidur dan melakukan penelusuran di internet tentang kemungkinan-kemungkinan yang membuatnya keguguran. Ia menghukum dirinya sendiri dengan bertanya-tanya apa yang seharusnya ia lakukan secara berbeda.

Namun, setelah itu Nicola dinyatakan hamil lagi. Ia tidak memberitahu siapapun, sampai fisiknya sulit disembunyikan, ia tidak merasa percaya diri karena keguguran sebelumnya.

Tetap saja, Nicola merasa beruntung. Kehamilannya kali ini menghasilkan anak kedua yang sangat dirindukannya. Nicola berharap Meghan Markle dan perempuan lain yang pernah merasakan pengalaman yang sama dapat bangkit kembali, karena keguguran memang proses yang singkat, tapi kesembuhan dan kesedihannya membutuhkan waktu yang lama.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓