Pengertian Fiksi, Ciri-Ciri dan Unsurnya yang Harus Dipahami

Kezia Prasetya Christvidya28 Nov 2020, 16:34 WIB
Diperbarui 28 Nov 2020, 18:45 WIB
fiksi-kezo

Fimela.com, Jakarta Pecinta karangan karya sastra tentu saja tidak asing dengan istilah fiksi. Secara umum, fiksi adalah cerita yang mengangkat tema tentang khayalan ataua imajinasi dari penulis. Fiksi adalah cerita rekaan yang tidak nyata.

Biasanya cerita fiksi ini ditulis dalam roman, novel atau dongeng yang ceritanya sangat imajinatif, bahkan tidak dapat ditafsirkan secara ilmiah. Contohnya seperti novel Harry Potter karya J.K. Rowling.

Karya sastra fiksi juga sering disebut dengan fantasi. Karya sastra ini sangat banyak penggemarnya, dari anak remaja hingga dewasa karena ceritanya sangat menarik dan imajinatif. Berikut pengertian fiksi, ciri-ciri dan unsur yang terdapat di dalamnya, dilansir dari Liputan6.com:

Pengertian Fiksi

ilustrasi pengertian cerita fiksi/cottonbro/pexels
ilustrasi pengertian cerita fiksi/cottonbro/pexels

Istilah fiksi di dalam bahasa Inggris adalah fiction. Fiksi adalah karya sastra non ilmiah, yang dibuat tidak berdasarkan fakta dan realita yang ada, melainkan dibuat dengan imajinasi atau khayalan dari penciptanya. Berikut beberapa karya sastra fiksi:

Novel

Karya sastra fiksi yang pertama adalah novel. Novel yang mengangkat tema fiksi, biasanya menceritakan tentang kehidupan seseorang yang dipenuhi dengan konflik, klimaks dan penyelesaian dari awal hingga akhir cerita.

Novel fiksi ini biasanya memiliki plot yang mengarah ke suatu insiden atau kejadian jamak. Kemudian pewatakan dan penokohan dalam novel fiksi dikembangkan secara penuh, dengan menggunakan dimensi ruang dan waktu yang luas, hingga mencapai keutuhan secara inklusi. Maka novel fiksi harus dibaca secara berulang kali.

Roman

Karya sastra roman fiksi adalah cerita fiksi yang menceritakan tentang kehidupan seseorang, mulai dari lahir hingga kematian tokoh tersebut. Cerita roman ini banyak disukai pembaca fiksi, karena memiliki banyak hikmah, mengarah ke cerita klasik dan memiliki banyak jenis seperti roman percintaan, roman petualangan dan roman psikologis.

Cerpen

Cerpen juga termasuk karya sastra fiksi, yang memiliki cerita pendek, singkat dan padat dibandingkan dengan novel dan roman. Cerpen memiliki plot yang mengarah pada satu kejadian saja atau insiden tunggal. Dalam penokohan, wataknya tidak dikembangkan secara penuh. Jika tokoh tersebut memiliki watak protagonist, maka hanya watak itu saja yang diceritakan dalam cerpen tersebut. Cerpen juga memiliki dimensi ruang dan waktu yang terbatas, memusat serta mencapai keutuhan secara ekslusi.

Ciri-Ciri Fiksi

ilustrasi ciri-ciri fiksi/Karolina Grabowska/pexels
ilustrasi ciri-ciri fiksi/Karolina Grabowska/pexels

Secara umum, cerita fiksi yang dibuat melalui khayalan dan imajinasi penulis, memiliki ciri-ciri yang terlihat dari bentuk karangan, penokohan, latar dan persoalan dalam cerita yang bersifat realitas imajinatif.

Cerita fiksi memiliki ciri-ciri yang kebenarannya logis melalui penalaran, sehingga untuk mengartikan atau menafsirkan cerita fiksi, setiap orang memiliki tafsiran yang berbeda-beda.

Ciri-ciri cerita fiksi yang selanjutnya, bisa menyasar emosi atau perasaan pembacanya. Karya sastra yang satu ini tidak memiliki sistematika penulisan yang baku, berbahasa konotatif, memiliki pesan moral dan memiliki sudut pandang yang berbeda.

Unsur-Unsur Fiksi

ilustrasi unsir cerita fiksi/Dids/pexels
ilustrasi unsir cerita fiksi/Dids/pexels

Dalam penulisan cerita fiksi, tentu saja memiliki unsur yang harus ada dalam cerita tersebut. Agar cerita fiksi tersebut lebih enak dibaca dan mudah untuk dipahami. Berikut unsur-unsur cerita fiksi:

Tema

Cerita fiksi harus memiliki tema. Tema adalah ide pokok yang harus dipikirkan pertama kali, untuk menjiwai seluruh cerita dan membuat cerita tersebut lebih terfokus. Tema dalam cerita fiksi ini bisa diambil dari konflik kehidupan.

Plot

Unsur cerita fiksi yang selanjutnya adalah plot. Plot dalam cerita fiksi adalah dasar dalam membuat cerita fiksi, yang digunakan untuk mengembangkan cerita tersebut.

Alur

Dalam cerita fiksi, tentu saja terdapat alur atau serangkaian cerita, yang terdiri dari alur maju, alur mundur atau alur maju mundur. Penyelesaian alur ini, bisa berbentuk alur klimaks dan alur anti klimaks.

Latar

Latar juga merupakan salah satu dari unsur fiksi, yang merupakan sebuah tempat terjadinya cerita, yang dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu  latar geografis atau tempat kejadian, serta latar antropologis yang diambil dari situasi masyarakat, kejiwaan dan adat istiadat.

Tokoh 

Tokoh adalah unsur penting dalam cerita fiksi. Karena tokoh adalah pelaku yang menghidupkan cerita fiksi tersebut. Dalam penokohan terdiri dari tokoh protagonis, antagonis dan tritagonis.

Sudut Pandang

Unsur yang selanjutnya adalah sudut pandang, yang mendasari tentang tema dan tujuan dari penulisan cerita fiksi. Sudut pandang ini bisa menjadi cara pandang dari orang pertama atau orang ketiga yang serba tahu.

Suasana

Unsur yang terakhir adalah suasana. Unsur ini yang mendasari suasana cerita penokohan, seperti mengharukan, menyenangkan dan menantang.

Lanjutkan Membaca ↓