Teruntuk Mama di Surga

Endah Wijayanti01 Des 2020, 11:53 WIB
Diperbarui 01 Des 2020, 11:53 WIB
cinta tak jadi ke pelaminan

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Augustine Van Riemsdijk

Ma,

Nggak kerasa ya satu tahun telah berlalu, mama kangen nggak?

Kadang suara mama masih jelas aku dengar, kadang suara tawa mama masih aku ingat. Dulu aku merasa kesel setiap diomeli mama karena aku bandel, sekarang justru aku kangen diomeli mama.

Ma, aku tahu mama selalu di sisiku setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik tapi sayangnya aku nggak bisa lihat. Aku selalu ingat pesan mama aku harus jadi wanita kuat, nggak boleh larut dalam kesedihan terlalu lama karena itu capek.  Tapi kadang air mata ini nggak bisa ditahan, Ma.

 

Rindu Mama

kangen mama
Mama./Copyright Augustine Van Riemsdijk

Ada beberapa keinginan mama yang nggak bisa aku wujudkan sebelum mama pergi. Salah satunya mama ingin kita foto berdua tapi aku selalu nolak. Mungkin kalau kita foto waktu itu aku punya kenangan kita berdua sekarang yang bisa aku lihat.

Ma, semoga mama dan papa selalu bersama di sana ya. Jangan lupa yang rukun ya, pantau aku terus juga ya.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓