5 Rekomendasi Buku Bagus untuk Dibaca saat Mengisi Waktu Mati Lampu

Endah Wijayanti01 Des 2020, 11:33 WIB
Diperbarui 01 Des 2020, 11:33 WIB
baca buku

Fimela.com, Jakarta Saat mati lampu, biasanya kita akan merasa mati gaya. Apalagi saat baterai ponsel atau laptop sudah tinggal sedikit, kadang kita jadi merasa tertekan karena sulit untuk berhubungan dengan dunia luar. Namun, saat mati lampu bisa jadi waktu yang pas untuk sedikit bersantai.

Membaca buku bisa jadi aktivitas yang pas untuk mengisi waktu mati lampu. Bahkan kita bisa lebih rileks sekaligus melepas stres saat kita fokus membaca buku bagus. Kali ini Fimela punya rekomendasi buku bagus ini. Buku-buku ini dijamin bisa memberi inspirasi baru sekaligus membuatmu lebih nyaman mengisi waktu.

 

1. Going Offline

Going Offline
Going Offline./Copyright Endah

Buku Going Offline karya Desi Anwar ini bisa pengingat kita untuk kembali menjalani hidup dengan lebih seimbang. Berisi sekumpulan artikel pendek dengan bahasa yang ringan, buku ini dapat menjadi teman terbaikmu saat kamu sedang butuh detoksifikasi media sosial. Terbagi menjadi dua bagian besar, Mengapresiasi Hidup dan Kehidupan serta Seni Kehidupan, buku ini membantu kita untuk kembali menemukan jati diri dan kenyamanan di tengah dunia yang penuh distraksi ini.

2. The Things You Can See Only When You Slow Down

the things you can only see when you slow down
The Things You Can Only See When You Slow Down./Copyright Endah

The Things You Can See Only When You Slow Down ini sudah terjual lebih dari tiga juta eksemplar. Wah, angka yang sangat fantastis ya! Buku ini bisa diterima oleh banyak kalangan karena memuat topik-topik yang sangat universal sekaligus sangat dekat dengan diri kita. Setelah Bab Istirahat sebagai pembuka, pembahasan dilanjutkan dengan judul bab Kebersadaran, Gairah, Hubungan, Cinta, Kehidupan, Masa Depan, dan Spiritualitas.

3. Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna

Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna./Copyright Endah

Persoalan bekerja atau tidak bekerja bagi perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak memang selalu menghadirkan berbagai dilema. Saat membuat sebuah pilihan pun, seorang perempuan masih akan dibayangi perasaan bersalah. Ketika memilih untuk tetap bekerja, ada rasa bersalah karena tidak memberi cukup waktu untuk keluarga. Namun, ketika memilih untuk tidak bekerja, ada rasa bersalah karena tidak memanfaatkan potensi diri yang ada dengan lebih maksimal. Persoalan ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam buku Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna.

4. Mengheningkan Cinta

mengheningkan cinta
Mengheningkan Cinta./Copyright Endah

Mengheningkan Cinta merupakan buku yang sangat ramah untuk jiwa. Tidak ada kesan menghakimi atau menggurui perihal cinta dalam buku ini. Justru kita akan merasa seolah tangan kita digandeng dan tubuh kita didekap melalui berbagai pemahaman dan pemaknaan soal cinta. Cinta mungkin tak selalu membuat kita baik-baik saja. Kadang ada luka dan rasa sakit yang ditimbulkannya. Namun, kita selalu punya kemampuan untuk menyeimbangkan rasa dan menjalani hidup bersama cinta.

5. Loving the Wounded Soul

Loving the Wounded Soul
Buku Loving the Wounded Soul./Copyright Endah

Loving the Wounded Soul merupakan buku yang sangat penting untuk dibaca kita semua. Siapa saja bisa mengalami depresi, meski memang ada orang-orang tertentu yang memiliki tingkat kerentanan berbeda terhadap depresi. Dari buku ini, kita bisa memahami kesehatan mental dengan lebih mendalam melalui bahasa yang sangat mudah dicerna. Ditambah dengan pengalaman-pengalaman Regis sebagai penyintas depresi dan akademisi psikologi, kita mendapat banyak pandangan baru tentang depresi dan pentingnya mencintai diri sendiri.

Semoga rekomendasi buku di atas bisa membuatmu lebih rileks dan terinspirasi, ya. Happy reading!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓