4 Alasan Merasa Kesepian di Usia 20an Itu Wajar

Endah Wijayanti03 Des 2020, 07:45 WIB
Diperbarui 03 Des 2020, 07:45 WIB
bertubuh kurus

Fimela.com, Jakarta Hidup ini terdiri dari berbagai macam fase. Kita akan selalu dihadapkan pada berbagai fase baru dalam menjalani kehidupan. Secara garis besar, ada fase kanak-kanak, remaja, dan dewasa.

Fase hidup di usia 20an pun menjadi bagian di dalamnya. Dan kadang usia 20an menjadi fase terberat untuk dijalani. Pada usia 20an, perasaan kesepian bisa terasa begitu kuat menemani hari-hari, dan tak perlu terlalu takut menerima perasaan kesepian yang ada.

1. Banyak Situasi Baru yang Harus Dihadapi

Di usia 20an, ada banyak situasi baru yang harus kita hadapi. Yang terkait dengan pendidikan, pekerjaan, percintaan, dan hal-hal yang terjadi dalam keseharian. Kita dituntut untuk lebih mandiri dan dewasa di usia 20an. Hal ini kadang membuat kita kewalahan, terlebih saat tak ada orang lain yang bisa kita mintai bantuan. Kita hanya bergantung pada kekuatan sendiri, dan ini menjadi terasa berat hingga membuat kita merasa kesepian.

“The loneliest moment in someone’s life is when they are watching their whole world fall apart, and all they can do is stare blankly.” ― F. Scott Fitzgerald

2. Ada Kegagalan yang Harus Ditangani Sendiri

Kegagalan-kegagalan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya terjadi pada usia 20an. Ada hubungan yang gagal di tengah jalan. Ada karier dan usaha yang berantakan. Ada hal-hal yang tak berjalan sesuai dengan keinginan. Semua kegagalan baru yang kita rasakan di usia 20an inilah yang bisa membuat kita merasa seorang diri. Kesepian karena menyembuhkan luka seorang diri karena sebuah kegagalan bukanlah hal yang cukup mudah.

3. Ada Prioritas Baru yang Perlu Dibuat Sendiri

galau di usia 20an
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@xtraincglobal

Di usia 20an, setiap orang punya pencapaiannya sendiri. Ada yang sudah sukses dan kaya di usia yang masih belia. Sementara kita masih berkubang dengan pekerjaan yang monoton dan itu-itu saja. Ada yang sudah menikah dan berumah tangga sementara kita masih jatuh bangun menemukan cinta. Ada yang baru memulai sebuah hubungan tapi ada juga yang sedang berjuang berdamai dengan perpisahan. Makin sering kita membandingkan dri dengan orang lain yang kehidupannya tampak lebih baik, biasanya perasaan kesepian ini akan makin menguat. Meskipun begitu, kita pun akan semakin terdorong untuk membuat prioritas hidup yang lebih baik. Perasaan kesepian yang menyapa membuat kita untuk tergerak melakukan sesuatu yang baru untuk hidup kita.

“Why do people have to be this lonely? What's the point of it all? Millions of people in this world, all of them yearning, looking to others to satisfy them, yet isolating themselves. Why? Was the earth put here just to nourish human loneliness?” ― Haruki Murakami, Sputnik Sweetheart

4. Banyak Kondisi yang Menuntut Kita Bertumpu pada Kaki Sendiri

Ada impian-impian baru yang ingin segera diwujudkan tapi tidak semuanya bisa terjadi sesuai dengan harapan. Di usia 20an biasanya kita sudah punya target dan impian baru yang ingin diwujudkan. Di sini kita akan menjadi seperti single fighter. Seakan di tangan kita sendirilah nasib kita bisa diubah. Sampai kita rela mengorbankan banyak hal dan mengambil risiko serta pilihan yang berbeda dari orang lain. Di saat-saat berat memperjuangkan impian inilah kita seperti berada jauh dari keramaian. Kesepian pun menjadi sahabat sehari-hari.

Perasaan kesepian juga bisa hadir karena kita merasa belum bisa membahagiakan orang-orang terdekat kita. Belum bisa membahagiakan orangtua. Belum bisa membuat ayah dan ibu bangga. Ada penyesalan karena belum bisa membahagiakan orang terdekat. Karena penyesalan ini hanya kita sendiri yang mengalami dan merasakannya, akhirnya kita makin dalam merasakan kesepian yang begitu kelam.

Wajar bila kita sering merasa kesepian di usia 20an. Namun, jangan sampai hidup kita terus terpuruk karenanya ya. Masih ada hal-hal penting di luar sana yang perlu kita lakukan untuk membuat hidup ini lebih berarti.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓