Seiring Bertambahnya Usia, Aku dan Mama Makin Dekat seperti Sahabat

Endah Wijayanti04 Des 2020, 10:40 WIB
Diperbarui 04 Des 2020, 10:40 WIB
melihat mama bahagia

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Syara Bela

Hi Mah, 

Hobiku yang suka menulis adalah turunan dari mama, kegemaranku menulis diari sewaktu SD sama seperti mama waktu gadis yang selalu mengirimkan cerpen (cerita pendek) ke berbagai majalah. Maafkan aku ya mah, dulu aku sempat tidak mau memiliki hal-hal yang sama dengan mama, karena aku pikir semua itu menyulitkanku. Tapi semakin dewasa aku sadar, dengan persamaan ini kita bisa saling sharing.

Mama adalah sosok super woman buatku dan adikku. Beliau sangat kuat, sabar dan penuh cinta. Walaupun mama bukan tipe mama-mama yang suka meluk dan cium.  Tapi, bertambahnya usia, mama sudah banyak menimbun penyakit. Mama sekarang sakit karena dulu bekerja keras untuk sekolah aku dan adik, kan? Maafkan aku yang kadang ogah-ogahan mijitin mama atau lamban untuk sekadar membelikan jamu pegal linu.

Mama harus tahu, aku bukan tipe anak yang suka bicara sweet di depanmu. Makanya, aku menulis artikel di Fimela.com supaya kamu bisa membacanya.

Mama, aku sangat bahagia karena aku masih bisa tidur berdua denganmu di saat teman-temanku yang lain tidur dengan suami dan anaknya. Aku nyaman ketika bisa memelukmu ketika kedinginan atau sakit, walaupun tempat tidur jadi sempit karena badan tambun kita, hahaha. 

 

Mamaku Sahabatku

mama sahabat
Mama sahabatku./Copyright Syara Bela

Mama, aku bahagia ketika melihat senyum dan tawamu. Harta bukan segalanya buatmu, tapi aku tahu mama akan bahagia ketika aku sudah mengirimkan uang hehe. Hal ini, sama sekali tidak memberatkan aku, mah. Tanpa doa dan dukungan darimu, aku tidak akan bisa menjadi seperti ini duduk di kantor ini. 

Salah satu impianku adalah selalu melihat mama bahagia dan sehat. Supaya, ketika aku menikah nanti mamah bisa melihat anak dari aku dan bisa ngajak main. Maafkan aku karena targetmu untuk melihatku menikah sudah lewat, Tapi aku yakin mama selalu mendoakan aku supaya mendapat jodoh yang terbaik. 

Terima kasih, mah. Seiring bertambahnya usia, kita jadi semakin dekat seperti sahabat. Maafkan aku karena pekerjaanku yang di luar kota mengharuskan kita bertemu seminggu sekali. Apa pun yang mama mau, aku berusaha untuk bisa mengabulkannya. 

Terima kasih, karena selalu mendengarkan curhat dan kegalauanku. Walaupun kadang kita selalu beda pendapat dan bertengkar. Tapi aku sadar, bertengkar darimu adalah hal yang menyakitkan buatku.  

Terima kasih karena selalu ceria dan humble. Walaupun kadang ocehanmu seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya (re: panjang). Aku selalu berdoa, mama panjang umur, sehat dan dilindungi Tuhan YME. 

With love, 

Anakmu yang seperti kembaranmu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓