Perhatian Kecil Ibu Sering Membuatku Tersenyum Sekaligus Terharu

Endah Wijayanti08 Des 2020, 07:15 WIB
Diperbarui 08 Des 2020, 09:29 WIB
cinta ibu dan perhatian kecil

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh:  Aulia Ilma Kusumaningtyas

Ibu, orang pertama yang akan selalu kucari. Delapan belas tahun umurku yang mempunyai arti 18 tahun juga aku selalu bersamamu. Setiap detik atau waktu selalu kuhabiskan bersama denganmu.

Aku seorang anak bungsu yang memiliki 2 kakak perempuan yang mempunyai jarak umur yang jauh denganku. Pemikiranku dan kedua kakakku sering berbeda yang menjadikan ibu adalah seorang sosok orangtua juga teman untukku. Segala masalah selalu aku ceritakan padamu tanpa ada yang terlewat satu pun. Ketika aku menceritakan semua keluh kesahku, hanya ibu yang mendengarkan dengan seksama dan selalu memberikan jawaban yang membuat aku lebih tenang. Dengan tatapanmu saja, aku bisa mengerti betapa kamu menyayangiku, Bu.

Selama 18 tahun, aku selalu merasakan kenyamanan yang selalu aku temukan apabila ada di dekatmu, Bu. Untuk pertama kalinya, aku harus merasakan kenyamanan itu memudar. Aku memutuskan melanjutkan pendidikan ke luar kota, yang berarti aku juga harus memulai kehidupan perkuliahanku sendiri, tanpa ada hadirmu secara fisik. Rasanya benar-benar berat.

Aku tidak bisa memelukmu, menciummu, dan bermanja denganmu. Baru kali ini, aku benar-benar merasakan kerinduan yang amat berat dan membuat jatuh sakit pertama kalinya tanpa kau rawat. Video call adalah salah satu obat yang paling mujarab, mendengar suaramu, melihat wajahmu membuat rinduku teramat terasa tetapi juga menjadikan obat sekaligus. 

Terima Kasih Atas Semua Perhatiannya, Bu

cinta ibu dan harapan hidup
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KomootP

Ibu banting tulang dari matahari terbit sampai matahari tenggelam yang tidak mengurangi perhatiannya kepada keluarganya. Bahkan, di waktu yang ada ia selalu menghubungi ketiga anaknya yang berada di kota dan negara yang berbeda. Aku selalu merasakan kasih sayang yang cukup darimu, Bu.

Ibu selalu memerhatikan hal-hal kecil. Masih teringat sangat jelas, aku menginginkan sebuah makanan yang berada di kota asalku, lalu tiba-tiba ada pesan masuk dari ibu mengatakan, ”Ibu kirim makanan ya, tolong dicek sudah sampai belum." Sebuah pesan yang membuatku tersenyum sambil terharu, begitu perhatiannya yang selalu membuatku ingin membahagiakannya.

Seringkala ibu bercerita tentang mendiang nenekku. Mereka selalu menghabiskan waktu berdua dengan berboncengan menuju ke bioskop dan itu yang aku lakukan dengan ibu setiap hari libur. Ibu sangat menyayangkan karena di usiaku ini, ibu harus kehilangan ibunya untuk selama-lamanya.

Aku ingin membahagiakanmu, Bu. Aku ingin membuat ibu tidak ada rasa kecewa kepadaku. Hal yang sangat kusesali, membuat ibu merasakan kecewa akibat ulahku. Maafkan aku, Bu. Aku mencintaimu sepenuh hidupku. Sehat adalah doa yang selalu aku panjatkan, Bu. Melihat ibu bahagia saat anak-anaknya berkumpul adalah sebuah kebahagian yang tidak bisa ditukar dengan apa pun. Terima kasih, Ibu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓