Rindu Semakin Berat saat Keinginan untuk Bertemu Belum Bisa Terwujud

Endah Wijayanti08 Des 2020, 10:45 WIB
Diperbarui 08 Des 2020, 10:45 WIB
cinta ibu dan rindu berat

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh:  Nanda Rembulan

Halo Ma,

Apa kabar di sana? Semoga baik-baik saja ya. Aku di sini selalu mendoakan mama agar sehat selalu. Aku berusaha untuk selalu menghubungi mama setiap waktu, namun sayang sekali niatku terhambat hanya karena koneksi yang sangat terbatas. Maafkan anak perempuanmu ini yang belum bisa membahagiakan mama dan keluarga. Aku selalu mencoba berbagai cara dengan kemampuan yang aku miliki agar bisa membuat mama bahagia. 

Aku benar-benar tidak menyukai situasi ini. Kenapa kita diberikan jarak hanya karena makhluk kecil yang tak dapat kita lihat, yang menimbulkan perasaan khawatir, dan menciptakan rindu yang amat sulit untuk dipendam. Sejujurnya aku ingin menangis dan mengeluh, kenapa ini bisa terjadi? Namun, itu semua hanya memperburuk keadaan. Aku mencoba untuk terlihat kuat saat menghubungi mama, dan berkata aku baik-baik saja disini. Hanya dengan cara itu yang membuat mama menjadi lebih tenang.

Menahan Rindu

cinta ibu dan harapan hidup
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KomootP

Ma, tak perlu risau tentang pendidikan dan pekerjaanku saat ini. Selama kita masih diberi kesehatan oleh Sang Pencipta, kita menjadi seseorang yang amat beruntung. Karena hal itu lebih mahal dibanding apa pun. Walaupun sebenarnya pekerjaanku sedang tidak baik, tapi itu bukan masalah besar. Aku akan terus mengejar cita-cita yang lebih tinggi sesuai dengan keinginanmu.

Aku selalu ingat perkataan mama waktu itu. Mama bilang kita harus menjadi orang yang sukses. Sukses dalam pengertian menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Walaupun mama bukan seorang sarjana atau memiliki jabatan seperti yang lainnya, namun mama lebih berharga dari apapun. Mama adalah guru terbaik sepanjang masa, seorang koki handal, bahkan dokter sekaligus psikolog profesional bagiku. Sosok mama adalah seorang wanita kuat di hadapan anak-anaknya serta memiliki hati yang tulus. Terima kasih untuk segalanya, Ma.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓