Menahan Rindu demi Kebaikan Ibu Juga, Maaf Aku Belum Bisa Pulang Akhir Tahun Ini

Endah Wijayanti08 Des 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 08 Des 2020, 13:15 WIB
cinta ibu dan belum bisa pulang

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh:  Anisa Aqmarina

Bekasi, 7 Desember 2020

Dear Ibuku tersayang,

di Solo

Assalamu’alaikum, Ibu.

Bagaimana kabarnya di Solo? Aku harap Ibu, Bapak, dan Adik dalam keadaan baik-baik saja. Alhamdulillah, aku di sini dalam keadaan sehat wal’afiat.

Ibu, aku ingin mengabarkan, sepertinya akhir tahun ini aku harus menunda rencana untuk pulang. Maaf, Bu, aku harus memastikan situasi dan kondisi agar tetap aman. Karena berkendara dengan transportasi umum lebih berisiko tinggi. Keselamatan Ibu dan keluarga di rumah menjadi pertimbangan utamaku. Semoga keadaan segera membaik.

Ibu, bagaimana tantangan mengajar di masa pandemi? Meskipun harus mengajar secara daring, tanpa tatap muka secara langsung, kuharap kondisi seperti ini tak jadi masalah buat Ibu. Aku yakin Ibu bisa menikmati setiap proses mengajar. Yang kutahu, Ibu selalu mengajar dengan penuh cinta. Tak heran Ibu jadi guru favorit murid di sekolah.

Bu, pandemi ini memaksaku rehat dari pekerjaan lamaku. Kini aku punya banyak waktu di rumah. Aku mulai menekuni hobi lamaku. Ya, menulis adalah cinta lamaku yang kini bersemi kembali. Apakah Ibu ingat cerita pertama yang aku buat semasa aku duduk di bangku SD? Kisah “Gadis Penjual Kue” yang kutulis di sebuah buku catatan. It was such a memorable note! Ibu membuatkanku sebuah catatan dari kumpulan kertas isian buku tulis yang tak terpakai.

Di sela waktu luang, aku menyempatkan diri untuk mengikuti kelas menulis. Aku juga sering mengikuti lomba untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman di bidang penulisan. Semua berkat Ibu yang gemar membacakan dongeng sebelum tidur semasa aku kecil. Secara tak langsung, rutinitas tersebut mampu membangkitkan imajinasi dan mengasah kreativitasku. Terima kasih, Ibu.

Semoga Keadaan Membaik agar Bisa Segera Berjumpa

cinta ibu dan perhatian kecil
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/oduaimages

Rasanya baru kemarin kita berdua menghabiskan waktu bersama. Dengan motor matic andalan, kita jelajahi Kota Solo dan sekitarnya. Kita nikmati perburuan kuliner. Kita susuri pasar-pasar tradisional. Kutemani Ibu berburu aneka tanaman hias beserta media tanamnya. Tak jarang aku kewalahan mengapit pot dan tumpukan sak berisi tanah di sela-sela kakiku. Sementara Ibu duduk di belakang sembari memegang tanaman yang menjulang tinggi hingga menutupi pandangan. Alangkah serunya momen tak terlupakan itu. Aku begitu merindukannya, Bu.

Waktu berlalu begitu cepat. Dua tahun lalu, dengan berat hati Ibu melepasku untuk hormat pada lelaki yang kini telah menjadi suamiku. Suka duka beradu menjadi satu. Meski aku harus membagi ruang hatiku untuk orang lain yang kucintai. Percayalah, Bu, tak ada yang sanggup menggantikan cinta, ketulusan, dan kasih sayangmu. Kini jarak membentangkan kita jauh. Raga tak saling bersentuh. Namun, doa selalu jadi obat yang paling ampuh. Untuk memeluk rindu yang tak kunjung berlabuh.

Ibuku tersayang, maaf bila selama ini aku punya banyak salah, baik disengaja mau pun tidak. Mungkin sikapku sering membuatmu tak berkenan atau pun lisanku sering salah berucap. Aku sadar, aku belum bisa membalas cintamu. Aku juga belum bisa mewujudkan keinginanmu. Aku akan selalu berusaha membahagiakan dan membuatmu bangga. Meski hanya dengan hal-hal sederhana.

Cukup sekian surat dariku. Jangan lupa jaga kesehatan dan keselamatan, Bu. Kuharap pandemi segera berakhir, sehingga kita bisa segera berjumpa kembali. Peluk hangatku untuk Ibu dan keluarga di rumah.

Wassalamu’alaikum

Anakmu Tercinta

Anisa Aqmarina

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓