Kerasnya Hidup Bisa Kutaklukkan Berkat Doa dan Perjuangan Mama

Endah Wijayanti08 Des 2020, 13:45 WIB
Diperbarui 08 Des 2020, 13:45 WIB
glass ceiling

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Junika Siahaan

Aku adalah anak pertama dari lima bersaudara. Aku terlahir dari keluarga yang teramat sederhana, tapi Tuhan memberikan aku hadiah berharga, hadiah yang tidak bisa kulupakan, hadiah itu adalah mamaku.

Mamaku adalah seorang wanita biasa, tidak punya pendidikan, tidak punya gelar akan tetapi semangatnyalah yang membuatku bisa bertahan hingga saat ini. Hampir sepuluh tahun bapakku sakit dan tidak bisa bekerja dan alhasil mamaku pun harus bekerja banting tulang dari pagi hingga malam untuk memenuhi kebutuhanku dan keempat adik-adikku.

Pernah aku mendengar omongan buruk orang-orang di kampungku, mereka mengejek mamaku karena tidak mempunyai uang yang banyak, harus utang sana sini, harus bekerja keras dari pagi ke sore setiap hari. Namun, yang kuperhatikan dari sosok mamaku adalah tidak sedikit pun dia goyah dan tidak sedikit pun dia malu akan statusnya yang sedang susah.

Dari situlah awalnya aku belajar bahwa hidup itu keras. Hidup itu harus berjuang untuk mendapatkan nilai yang lebih berharga, bahkan keluarga besar kami pun tidak ada yang mendekat.

Tekad dari seorang wanita hebat dan tekad dari seorang wanita mulia, aku pun mendapat pengalaman hidup yang tidak semua orang bisa rasakan. Sempat aku merasa iri dengan teman-teman seusiaku mereka kelihatan lebih beruntung dari aku. Terkadang hal itu membuatku marah dengan keadaan keluargaku yang jauh dari hidup nyaman.

Mama, Sosok yang Hebat

cinta ibu dan harapan hidup
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KomootP

Berbekal doa Mamaku, aku pun bisa merantau jauh di kampung orang hingga saat ini. Berkat yang luar biasa pun kudapatkan kembali, aku bisa bekerja dengan baik di salah satu perusahaan besar dan bisa membantu perekonomian keluarga kami.

Aku dan ketiga adikku lulus dari perguruan tinggi (adik paling kecil masih sedang menempuh pendidikan) dan siap membuat mama hebatku bahagia, membuat mama menangis bahagia dan bangga dengan perjuangannya terhadapku dan adik-adikku. Semua yang kudapatkan hari ini merupakan buah perjuangan mamaku, tetesan air matanya membuatku kuat dan aku tidak pernah malu memiliki mama seperti dia.

Rasa terima kasihku tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata manis. Aku hanya bisa berharap mamaku bisa sehat bisa menikmati kebahagiaan dalam waktu yang lama, melihatku dan keempat adik-adikku bisa berjuang bisa berdiri tanpa bergantung kepada orang lain. Anugerah terbesar dalam hidupku memiliki mama yang selalu membawaku dalam doanya, sampai kapan pun akan selalu kuingat, Ma.

Tinggal jauh dari Mama memang terkadang membuat hati ini sangat rindu, tunggu aku Ma dan selalu semangat menunggu kami pulang. Terima kasih. Mamaku hebat, mamaku tangguh, mamaku idolaku.

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓