Kehilangan Pasti Menyakitkan, tapi Perjalanan Hidup Masih Panjang

Endah Wijayanti11 Des 2020, 08:05 WIB
Diperbarui 11 Des 2020, 09:47 WIB
cinta ibu dan senyum bunga

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh:  Azalea Jasmine

Hai Mah,

Aku tahu sebagai orang tua itu pasti memiliki tanggung jawab yang besar. Bukan hanya perihal mengurus anak saja, tapi pasti lebih dari itu. Apalagi sebagai seorang istri dan ibu sekaligus yang ditinggalkan oleh suaminya dan sekarang harus menjadi nahkoda bagi kapal di rumah ini. Aku tahu ini sangat berat bagimu, mah. Meskipun mamah selalu berusaha untuk menutupi hal tersebut tapi aku selalu melihat dari raut wajahnya bahwa banyak sekali hal yang ia khawatirkan.

Mah, kehilangan itu pasti menyakitkan, terlebih ketika kita harus merasakan kehilangan untuk selamanya. Tapi, aku selalu kagum mah dengan kuatnya dirimu dalam menghadapi ini semua. Terlebih lagi dengan bagaimana caramu mengendalikan perasaan yang beragam dalam diri dan juga bagaimana mamah melampiaskan perasaan itu setiap sepertiga malam kepada Allah.

Mamah Manusia Paling Kuat dan Hebat yang Pernah Aku Tahu

cinta ibu dan pengorbanan besarnya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/tongpatong

Mah, terima kasih sudah selalu menjadi penyemangat aku dan meyakinkan aku untuk melakukan banyak hal. Walaupun sering kali rasanya aku ingin menyerah, tapi semangat dan kepercayaan yang mamah berikan selalu membuatku untuk terus maju.

Mah, di dunia ini nggak ada yang sempurna, tapi mamah selalu berusaha menjadi sempurna untuk aku. Umur mamah juga semakin bertambah, tapi rasa sayangnya nggak berkurang sedikitpun untukku. Walaupun banyak kecewa dan khawatir yang Nampak di matamu, tapi mamah selalu berusaha untuk menutupi dengan senyuman.

Mamah selalu bisa menjadi tempat kembali paling nyaman setelah kami seharian berkelana di dunia luar. Menjadi tempat paling teduh sekalipun itu adalah hujan badai. Serta, tempat bercerita ketika mamah satu-satunya yang paham tentang aku. Mamah adalah malaikat tanpa sayap yang dikirim Tuhan untukku.

Jalanku masih panjang, mah. Jalan yang akan aku lewati pun pasti akan penuh lika-liku, aku hanya butuh mamah untuk selalu menemani di setiap jalan itu. Tunggu dan temani aku sampai sukses ya mah.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓