Ibu Selalu Menghadirkan Tempat Ternyaman untuk Pulang

Endah Wijayanti11 Des 2020, 09:35 WIB
Diperbarui 11 Des 2020, 09:51 WIB
cinta ibu dan sayang padanya

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh:  Devi Farida

Aku tidak tahu, terbuat dari apa hati ibu. Sungguh sabar dan tulus dalam merawat dan mengajariku. Sewaktu kecil, saat aku nakal, ibu selalu menasihati dengan pelan-pelan, sehingga tidak membuatku kesal ataupun marah ke ibu. Dari aku kecil hingga dewasa, ibu yang telaten mengajariku cara berjalan hingga aku sudah dewasa seperti sekarang ini. Ibu tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengasuhku.

Dari tangan ibuku sendirilah aku dirawat dan dibesarkan. Ibuku adalah perempun yang tangguh. Ibuku selalu mengupayakan yang terbaik untukku. Dari mulai sekolah hingga lulus kuliah. Ibu yang selalu mengantarku dan menungguku di depan gerbang sekolah saat aku belum bisa naik sepeda.

Ibu yang selalu telaten memasakkan bekal untuk ku bawa ke sekolah karena ibu tidak mau aku jajan sembarangan. Namun, aku masih saja terus menyusahkan ibuku. Aku masih saja membuat ibuku resah karena aku belum sepenuhnya membuatnya bahagia dan bangga. Ibu, aku janji akan menjadi orang yang sukses agar bisa membuatmu bangga kepadaku. Meskipun sebenarnya melihatku sehat, sudah membuatmu bahagia. Tetapi, itu tidak cukup bagiku, Bu.

Teringat sewaktu kuliah, ibu yang selalu menanyai kabarku karena aku merantau jauh dari ibu. Terkadang aku selalu berbohong kalau aku baik-baik saja hanya untuk meredam kekhawatirannya. Ibu selalu menjadi tempatku bercerita perihal pendidikanku, teman-temanku, dan kegiatanku. Dan ibukulah yang selalu menjadi rumah untukku pulang ketika tidak ada yang mau menerimaku. 

Bangga Menjadi Anak Ibu

cinta ibu dan penuh kasih sayang
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/AnnRodchua

Ibu selalu paham kesukaanku, bahkan selalu membelikannya untukku tiap aku pulang ke rumah saat libur kuliah. Kasih sayang ibuku yang begitu luas membuatku terkadang terharu bahkan sedikit membuatku malu pada diriku sendiri. Terkadang aku mengabaikan ibu karena kesibukanku dan berbohong pada ibu untuk kebaikannya.

Mungkin di antara kita banyak yang gengsi untuk bilang "Aku sayang Ibu," termasuk aku. Entah mengapa sulit untuk mengeluarkan kata itu kepada ibu. Bukan tidak sayang, tetapi tidak terbiasa untuk mengucapkannya.

Aku bangga dilahirkan dari rahim ibuku yang super sabar menghadapi keras kepalaku. Ketulusannya membuatku selalu merindukannya jika aku pergi jauh. Ibuku akan selalu menjadi rumah untukku. Tempat ternyamanku untuk pulang. Tempat yang selalu memerimaku meski sekeras kepala apa pun aku kepadanya. Sering aku lebih memilih kesibukanku, tetapi ibuku selalu menerimaku di saat aku membutuhkannya.

Ibu, maafkan anakmu yang belum bisa membuatmu bangga dan bahagia. Maafkan anakmu yang selalu membuatmu khawatir. Sungguh, aku sangat menyayangimu, Bu. Aku selalu mendoakan kesehatanmu dan berterima kasih kepada Tuhan karena telah diberikan malaikat sepertimu, Bu. Bagiku, ibu adalah duniaku. Ibu yang selalu mengajarkan arti hidup tentang rasa syukur, kesabaran, dan ketulusan yang tidak bisa dibeli dengan apa pun. Aku bangga menjadi anakmu, Bu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓