Dalamnya Rindu Bisa Disampaikan Melalui Doa dari Hati

Endah Wijayanti13 Des 2020, 10:15 WIB
Diperbarui 13 Des 2020, 10:15 WIB
membuka lembaran baru

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Shafa Marwah

Lidahku keluh, suaraku tak keluar, jariku enggan memainkan ponsel. Bertahun-tahun aku lewati tanggal ini tanpa pernah memaknainya sedikit pun.

Bukan aku tidak tahu terima kasih, bukan pula karena aku anak durhaka, mungkin aku hanya iri. Iri pada kalian semua yang memasang foto terbaik kalian di medsos atau pun aplikasi chat lainya bersama sosok seseorang yang kalian sayangi dan cintai.

Sosok yang kalian berikan selamat, sosok yang kalian puji-puji kehebatannya dan sosok yang kalian paling takuti untuk kehilangannya.

Sosok yang aku pun punya tapi aku merasa aku belum pernah merasakan kasih sayangnya, lembutnya belaian tangannya, kecupan selamat tidurnya, hidangan masakan buatan tangannya. Ya Allah, ini yang aku rasakan! Akan tetapi aku mencoba berdamai dengan perasaanku, dengan hatiku, dengan jiwaku, yaa berdamai dengan diriku sendiri.

Semoga Ibu Tenang di Sana

cinta ibu dan cahaya doa
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Doucefleur

Kupejamkan mata ini, sekuat tenaga aku ingat kembali 30 tahun yang lalu, saat aku masih dalam kandungannya, saat ia berjuang melahirkan aku, saat ia menangis bahagia akan lahirnya diriku ke dunia ini. Sungguh aku merasakan kasih sayangnya, merasakan belaian halus tangannya, kecupan selamat tidurnya yang nyata di tiap malamku, serta masakan yang ia buat untukku.

Dia menjagaku selama 9 bulan dalam kandungan dan ia juga menurunkan semua kebaikan ke dalam diriku walaupun hanya 1,5 tahun ia menemaniku saat aku telah terlahir di dunia ini. Yaa Allah Yaa Rabb, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu aku kecil. 

Selamat Hari Ibu. Shafa sayang sama ibu maafin shafa belum sempat membahagiakan ibu. Tapi Shafa selalu coba buat jadi anak manisnya ibu. Yang tenang ya, Bu di sana. Aku sungguh merindukanmu, Ibu. 

Bontotmu Tercinta,

Shafa Marwah

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓