8 Rekomendasi Kuliner Tradisional Bali Cocok untuk Santapan Akhir Tahun

Anisha Saktian Putri14 Des 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 14 Des 2020, 11:30 WIB
Ilustrasi Bali/Unsplash Sebastian Pena

Fimela.com, Jakarta Bali tidak hanya memiliki pesona alam dan budaya yang memikat semua orang, namun juga sajian beragam menu kulinernya yang menggugah. Masakan Bali dikenal paling rumit di dunia karena membutuhkan bahan-bahan segar, bermacam rempah sehingga menghasilkan rasa yang kompleks, serta komitmen dalam persiapan dan proses memasaknya.

Ciri khas masakan Bali menggunakan bumbu basa gede atau bumbu Bali dengan cita rasa yang pedas. Masyarakat setempat biasanya meracik bumbu tersebut dengan bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, ketumbar, kemiri, cabai, serai dan ebi.

Basa gede sedikit mirip dengan pasta kari dari Thailand, bumbu dasar ini pun dapat diaplikasikan untuk berbagai jenis makanan. Nah, Jika berkunjung ke Bali, sempat kan diri untuk makan-makan khas di bawah ini. Dan tak perlu khawatir, kini Bali sudah siap menyambut wisatawan dengan protokol kesehatan berstandar CHSE (Clean, Health, Safety and Environment Sustainability). 

1. Ayam dan Bebek Betutu

Ayam Betutu khas Bali/dok. We Love Bali Syifa
Ayam Betutu khas Bali/dok. We Love Bali Syifa

Betutu merupakan teknik tradisional Bali yang digunakan untuk menciptakan ayam goreng yang berbeda. Secara tradisional ayam atau bebek dimasak dengan cara diungkep selama 24 jam bersama rempah-rempah, lalu dipanggang sambil dialasi dengan daun pisang.

Prosesnya yang begitu rumit menghasilkan ayam dengan daging lembut. Biasanya, nasi hangat, sambal matah, kacang goreng, sate lilit, dan urap menjadi pelengkap sajian ayam atau bebek betutu. 

2. Ikan Mujair Nyatnyat

Ikan Mujair Nyatnyat khas Kintamani/dok. We Love Bali Syifa
Ikan Mujair Nyatnyat khas Kintamani/dok. We Love Bali Syifa

Ikan Mujair Nyatnyat menjadi makan wajib dicicipi ketika sahabat Fimela mengunjungi Kintamani, Bali Tengah.Biasanya, ikan mujair ini langsung diambil dari danau Batur sehingga ikannya masih segar-segar. Ikan tersebut diolah menjadi  menjadi ikan mujair nyat nyat. Istilah nyat nyat berasal dari kata nyat yang dalam bahasa Bali memiliki arti surut.

Jadi, nyat nyat merupakan metode memasak khas Bali. Bahan makanan dimatangkan dengan cara dimasak bersama sedikit air dan bumbu-bumbu sampai airnya tersisa sedikit.

Lalu ikan digoreng garing kemudian direbus dengan bumbu basa gede atau rempah-rempah khas Bali yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, laos, kunyit, jahe, kencur, serai, kemiri, cabai, dan terasi. Ada pula daun salam, serai, kemiri, dan jeruk limau. Sahabat Fimela dapat mencicipi makanan ini di Batu Sari Restoran. 

3. Pisang Rai

Pisang Rai/dok. We Love Bali Syifa
Pisang Rai/dok. We Love Bali Syifa

Pisang rai menjadi camilan khas Bali, yang dimasak dengan air yang mendidih. Bahan-bahan yang digunakan sama seperti pisang goreng pada umumnya, namun teknik memasaknya saja yang berbeda. 

Biasanya pisang yang digunakan ialah kepok atau raja. Untuk mengikat tepungnya agar menempel pada pisang saat dimasak bisa ditambahkan tepung kanji saat memasak. Pisang ini disajikan dengan taburan kelapa agar menambah rasa gurih.

Camilan yang cocok disandikan dengan teh atau kopi ini bisa ditemukan di Desa Swing, Bali Tengah. 

4. Sate Lilit

Sate Lilit Tempe
Ilustrasi Sate Lilit Tempe Credit: freepik.com william

Sate lilit sudah tak asing lagi menjadi makanan khas Bali. Umumnya sate-sate di Indonesia menggunakan batang bambu untuk menusuk daging ayam atau kambing. Berbeda dengan sate lilit.

Kuliner ini menggunakan batang serai untuk sebagai tusuk sate, bahan yang digunakan pun daging ikan yang sebelumnya diramu dengan basa gede. Jika sate pada umumnya disiram kembali dengan saus kacang, sate lilit tidak. Disajikan polos begitu saja namun tetap nikmat karena perpaduan bumbu yang sudah kaya rasa.

5. Lawar 

Lawar Klungah dan Sate Lilit by Chef I Made Aditya Prnawirawan, Four Points Sheraton Bali, Kuta
Lawar Klungah dan Sate Lilit by Chef I Made Aditya Prnawirawan/dok. Four Points Sheraton Bali, Kuta

Hidangan bersejarah di Bali, lawar merupakan hasil cincangan dari rempah tradisional seperti kelapa parut, kacang hijau, nangka muda rebus, daun singkong, dan terkadang daging. Semuanya kemudian diramu lagi dengan bermacam bumbu sehingga menghasilkan rasa pedas asin.

Istimewanya, penduduk setempat secara tradisional menyajikan lawar dengan daging mentah sehingga warna merah mendominasi. Terkadang mereka juga menciptakan lawar vegetarian yang kini lebih popular di kalangan wisatawan.

6. Nasi Ayam Pedas Bu Oki

Nasi Ayam Pedas Bu Oki/dok. We Love Bali Syifa
Nasi Ayam Pedas Bu Oki/dok. We Love Bali Syifa

Nasi ayam pedas bu Oki seperti nasi campur denga isian  beberapa lauk seperti suwiran ayam betutu, sayuran, ayam goreng, sate lilit, kacang goreng, dan telur, kemudian di siram dengan kuah bumbu yang sangat gurih.

Seperti namanya, makanan ini memang memiliki citarasa pedas. Di Bali sendiri, nasi ayam pedas ibu oki terdapat di beberapa cabang, salah satunya ada di daerah Badung. Untuk satu porsinya sendiri dipatok dengan harga Rp 25 ribu. 

7. Seafood

Seafood Jimbaran/dok. We Love Bali Syifa
Seafood Jimbaran/dok. We Love Bali Syifa

Bukan suatu rahasia lagi, jika Bali terkenal dengan pantainya. Maka tak heran jika seafood makanan yang wajib dicoba saat ke pulau Dewata ini.

Sahabat Fimela dapat berkunjung ke Pasar Kedonganan, Jimbaran. Di sana pengunjung akan membeli seafood segar, seperti ikan, cumi, udang, kerang. Lalu bisa langsung dimasak oleh restorant setempat. 

8. Babi Guling

[Bintang] Babi Guling
Babi Guling, makanan khas Bali/dok. porkheaven/Instagram

Kelezatan babi guling menjadi favorit wisatawan mancanegara sepanjang waktu. Sebelum dipanggang, perut babi diisi dengan bumbu yang terdiri dari kunir, kencur, cengkeh, jahe, bawang merah dan bawang putih, pala, kemiri, ketumbar, daun salam serta daun belimbing.

Ada juga yang menyertakan sayur-sayuran seperti daun singkong. Hasil bakaran akan membuat kulit babi renyah dan lembut dagingnya. Hidangan ini pada awalnya hanya melengkapi upacara keagamaan, namun sekarang babi guling tersedia di banyak warung dan restoran di Bali.

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓