Dengan Cinta, Hati Masih Bisa Saling Bertaut meski Jarak Berjauhan

Endah Wijayanti12 Des 2020, 15:35 WIB
Diperbarui 12 Des 2020, 15:35 WIB
cinta ibu dan kejutan

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Aminah

Ibu, masih ingat nggak? Waktu aku bekerja pada perusahaan asing milik Jepang beberapa puluh tahun yang lalu. Kebetulan waktu itu aku ditempatkan di wilayah Batam. Dulu Batam belum semodern sekarang ini yang apa-apa serba ada. Awal-awal bertugas di sana, sempat cerita ke ibu kalau di Batam tidak ada orang jual cobek. Jadi kalau mau masak agak repot juga. Apalagi kalau lidah ini ingin banget menikmati pedasnya sambal terasi.

Tiba-tiba ibu kirim paket ke Batam, meskipun aku tidak pernah meminta hal tersebut. Isinya kering kentang kesukaanku dan cobek tanah liat. Aku tahu banget ibu ingin memberikan surprise pada anak gadisnya, yang waktu itu sudah berani merantau jauh dari rumah. Cuma sayangnya waktu paketan tersebut dibuka, kondisinya tidak semanis harapan ibu. Sebab cobek tanah liatnya pecah jadi dua. Sementara kering kentangnya masih tergolong aman karena dikemas dalam kaleng bekas biskuit, meskipun kondisi rielnya agak sedikit remuk. Maklumlah paket tadi dipacking dengan cara sederhana dan seadanya banget. 

Cinta Ibu Selalu Menyertaiku

cinta ibu dan harapan hidup
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KomootP

Kejutan itu mampu melelehkan air mataku. Langsung terbayang senyum ibu dan kebahagiaan yang terpancar di kedua bola matanya, saat menerbangkan paketan itu ke anaknya yang jauh di rantau. Saat itu juga langsung interlokal ibu, untuk menyampaikan kabar bahwa kiriman barangnya sudah tiba dengan selamat. Tentu tanpa harus jujur mengatakan kondisi yang sesungguhnya soal paketan tadi. Biarlah ibu tetap tersenyum bahagia, mendengar celotehku yang berpura-pura senang dengan surprisenya. Maaf kalau selama ini aku tidak pernah jujur soal itu, khususnya pada ibu.

Memang tak perlu mengukur kedalaman cinta dan kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Karena lewat momen itu membuatku semakin sadar, bahwa sesungguhnya tidak ada jarak antara seorang ibu dengan anaknya. Kapan pun. Di mana pun.

Bagiku ibu adalah my energy and my everything.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓