Kata Ahli Mengapa Vaksin COVID-19 Harus Diberikan dalam 2 Dosis

Annissa Wulan30 Des 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 30 Des 2020, 16:00 WIB
[Fimela] Vaksin

Fimela.com, Jakarta Vaksin COVID-19 membutuhkan 2 dosis dan yang kedua diberikan 3 sampai 4 minggu setelah yang pertama. Para ahli menyatakan bahwa ini telah dirancang agar vaksin bekerja seefektif mungkin.

Konsep umumnya adalah bahwa dosis pertama berfungsi meningkatkan sistem kekebalan dan dosis kedua untuk memberikan perlindungan tingkat tinggi. Dilansir dari bustle.com, vaksin Pfizer dan Moderna menggunakan materi genetik atau mRNA untuk mereplikasi protein kunci dalam virus Corona, melatih tubuh untuk menghasilkan antibodi yang akan melawan COVID-19.

Dosis pertama vaksin memulai proses pelatihan itu dan dosis kedua memperkuatnya. Vaksin multi dosis telah ada sejak lama, seperti pada vaksin hepatitis B.

Mengapa vaksin COVID-19 harus diberikan dalam 2 dosis?

Teori Konspirasi Seputar Pandemi Covid-19
Ilustrasi Konspirasi Penemuan Vaksin Covid-19 Credit: pexels.com/Polina

Vaksin 2 atau 3 dosis pada dasarnya menggerakkan memori sistem kekebalan tubuh. Dosis pertama mendidik sel kekebalan tubuh tentang memproduksi antibodi yang tepat, sedangkan dosis kedua mengingatkan sel kekebalan tentang apa yang harus dilakukan dan memulai memproduksi antibodi yang lebih kuat untuk memberi perlindungan jangka panjang.

Para ahli juga telah memeriksa cara paling efektif untuk memberikan kekebalan yang tahan lama terhadap COVID-19 dalam uji coba vaksin fase 1 dan 2 yang menguji berbagai konfigurasi dosis sebelum vaksin final diberikan kepada manusia pada fase 3. Pfizer, Moderna, dan Astra Zeneca, kandidat 3 vaksin terkemuka telah memutuskan untuk memproduksi vaksin dengan 2 dosis berdasarkan tes ini, karena tampaknya memberikan respon imun terbaik.

Inilah pentingnya tidak boleh melewatkan suntikan yang kedua, karena kemanjuran vaksin akan berkurang setelah suntikan pertama. Bagaimana menurutmu?

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓