Sukses

Lifestyle

Baru 5 Hari Setelah Menikah, Perempuan Ini Meninggal Dunia Akibat Terinfeksi Virus Corona

Fimela.com, Jakarta Virus corona menjadi wabah yang diamali oleh seluruh dunia. Bagi sebagian negara telah melakukan pembatasan di beberapa wilayah guna mencegah penyebaran virus corona yang semakin hari semakin meningkat. Karena sangat mudah menular, banyak pihak menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap melakukan aktivitas di rumah.

Banyak orang yang kehilangan orang-orang yang mereka sayangi karena penyakit ini. Bagi mereka yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang tidak kuat, virus itu akan mudah menyerang tubuh yang mengakibatkan kematian. Seperti berita baru-baru ini seorang perempuan meninggal dunia setelah melangsungkan pernikahan.

Melansir dari People.com (8/1), seorang calon pengantin perempuan di Texas yang menghabiskan hari pernikahannya dengan perawat saat berada di ranjang rumah sakit dan pada akhirnya ia meninggal dunia akibat COVID-19 hanya lima hari setelah dia menikah.

Stephanie Lynn Smith yang berusia 29 tahun, meninggal pada 18 November lalu. Yang baru saja menikah dengan tunangannya bernama Bussett. Bussett mengatakan  tunangannya pertama kali mulai merasa mual pada 3 November, dan dalam beberapa hari, makanan mulai terasa aneh, meskipun dia tidak kehilangan indra penciuman atau perasa.

Optimis untuk Sembuh, Nyawa Smith Malah Tak dapat Diselamatkan

Berpikir dia mungkin menderita herpes zoster, Smith pergi ke dokter, dan diberi obat. Ketika itu tidak berhasil, dia dirawat di rumah sakit, tetapi dipulangkan setelah menerima diagnosis COVID dan pneumonia. Smith dilarikan kembali ke ruang gawat darurat setelah kadar oksigennya turun.

Bassett mengatakan bahwa perawat pada awalnya tidak mengatakan diagnosis Smith sangat parah dan Smith menunggah ke Facebook tentang bagaimana dia terikat dengan perawatnya dengan menunjukkan foto gaun pengantinnya.

Keesokan harinya, Smith mengunggah ke Facebook, dan tampak optimis tentang perjuangannya melawan virus. Tiga hari kemudian, bagaimanapun dia dipindahkan ke perawatan intensif yang pada akhirnya meninggal keesokan harinya, pada 18 November. Ibunya mengatakan kepada media bahwa surat kematian Smith mencantumkan COVID-19 sebagai penyebab kematiannya.

Tidak jelas apakah Smith menderita kondisi medis yang sudah ada sebelumnya sebelum tertular virus. Orang yang berusia 65 tahun ke atas berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat virus korona, begitu pula orang dengan kondisi medis yang mendasari, termasuk kondisi jantung, obesitas, diabetes, penyakit hati, dan penyakit ginjal kronis.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading